Kapolri Jenderal Tito menegaskan pengungkapan jaringan terorisme di Bekasi bukan pengalihan isu perkara penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Penangkapan 11 anak buah teroris Bahrun Naim murni penegakan hukum."Saya jawab dengan tegas ini bukan pengalihan isu. Kenapa, karena satu? saya sudah pengalaman dari tahun 98 menangani kasus seperti ini," kata Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/12).Tito pun menyinggung pihak-pihak yang menyebut penangkapan jaringan teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS itu sebagai pengalihan isu. Dengan tegas dikatakan dia, Polri bukan sutradara yang memainkan sebuah drama."Rekan-rekan yang ada di Densus ini, Polri ini bukan sutradara. Kami tidak pernah belajar jadi sutradara. Para tersangka yang ditangkap ini juga bukan aktor bukan aktris yang pandai memainkan drama. Dan sistem hukum kita sangat terbuka sekali," timpal dia.Tito mengungkapkan semua pihak yang ditangkap karena terlibat tindak pidana terorisme akan diproses hukum secara terbuka. Semua pihak bisa menyaksikan sidang peradilan dan ancaman hukuman terhadap pelaku pun tidak main-main."Jadi sutradara hollywood seperti apapun yang jago, tidak akan mampu merekayasa kasus seperti ini. Ini nanti ancaman bisa kena hukuman mati. Jadi sekali lagi, pengalihan isu tidak ada," pungkas Tito.
Kapolri soal tudingan teroris pengalihan isu: Polri bukan sutradara!
Kapolri Tito soal teroris pengalihan isu: Polri bukan sutradara!. Kapolri Jenderal Tito menegaskan pengungkapan jaringan terorisme di Bekasi bukan pengalihan isu perkara penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Penangkapan 11 anak buah teroris Bahrun Naim murni penegakan hukum.
Rekomendasi