Yuniarti (38), penyiksa balita Bastian hingga tewas menjalani pemeriksaan kejiwaan di Polresta Depok. Tes kejiwaan dilakukan oleh psikolog dari Universitas Indonesia (UI).Tes kejiwaan ini untuk mengetahui kondisi kejiwaannya sehingga tega menyiksa Bastian hingga tewas. Menurut Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus, tes kejiwaan ini akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, Yuniar akan mengisi kuesioner sebagai data awal. Kedua dilakukan sesi wawancara."Jadi lebih bisa diketahui kondisi kejiwaan pelaku," katanya, Kamis (1/12).Sejauh ini, kata dia, pembawaan pelaku terlihat tenang. Bahkan saat pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP), Yuniar tidak terlihat gugup ataupun gusar. "Pembawaannya kalem, dia tenang sekali," tandasnya.Dari pendalaman tes kejiwaan, nantinya bisa diketahui mendalam sisi lain dari Yuniar. Hasil dari tes kejiwaan nanti bisa menjadi rujukan dalam proses hukum. "Hasilnya nanti kita infokan kalau sudah ada," pungkasnya.
Yuniar, pengasuh balita bastian jalani tes kejiwaan
Yuniar, pengasuh balita bastian jalani tes kejiwaan. Sejauh ini, pembawaan pelaku terlihat tenang. Bahkan saat pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP), Yuniar tidak terlihat gugup ataupun gusar. "Pembawaannya kalem, dia tenang sekali," tandas Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus.
Rekomendasi