Nasib nahas Abdi Galang, balita tewas usai ikut ibunya beli pulsa

Nasib nahas Abdi Galang, balita tewas usai ikut ibunya beli pulsa. Galang dirawat di RSUD Bari Palembang selama satu pekan. Kemudian, dokter mengizinkan korban pulang dengan catatan harus menjalani rawat jalan. Makin hari, kondisi korban terus membaik dan bermain seperti biasanya.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Nasib nahas Abdi Galang, balita tewas usai ikut ibunya beli pulsa
Ilustrasi Bayi Meninggal. ©2014 Merdeka.com

Malang nian nasib Abdi Galang Pratama. Balita berusia 4,5 tahun ini akhirnya tak kuat lagi melawan rasa sakit akibat gigitan anjing liar.Galang akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bari Palembang, Rabu (19/10) lalu.Yustini, ibunda Galang mengungkapkan anaknya itu mengalami demam yang tak kunjung turun serta kejang-kejang sejak pagi harinya. "Tadi malam Abdi meninggal. Panasnya tak turun-turun, kejang-kejang, saya kompres masih juga, habis itu saya bawa ke rumah sakit," ungkap Yustini saat disambangi di rumahnya di Komplek Perumahan Ogan Permata Indah, Jakabaring, Palembang, Kamis (20/10).Sebelumnya, Galang dirawat di RSUD Bari Palembang selama satu pekan. Kemudian, dokter mengizinkan korban pulang dengan catatan harus menjalani rawat jalan. Makin hari, kondisi korban terus membaik dan bermain seperti biasanya."Mungkin pengaruh luka-luka waktu diserang anjing waktu lalu. Saya tidak nyangka jadi begini," ujarnya.Sakit yang diderita Galang sendiri akibat dari gigitan anjong liar ketika ia bersama ibundanya membeli pulsa di kios tak jauh dari rumahnya di Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Kamis (6/10) sore.Tiba-tiba anjing berwarna coklat langsung menerkam korban. Dengan ganas anjing itu mencabik dan menggigit dahi korban yang menyebabkan luka menganga. Mengetahui anaknya diserang, ibu korban berusaha melawan anjing itu. Selang beberapa lama, anjing tersebut kabur setelah Yustini melemparnya pakai sandal.Korban Abdi diserang seekor anjing liar hingga mengalami luka serius karena dicabik-cabik dan kritis sehingga harus dilarikan di rumah sakit.

Rekomendasi