Santri harus jadi duta bangsa memerangi propaganda terorisme

Santri harus menjadi duta dalam pencegahan paham radikal terorisme, utamanya di dunia maya. Untuk itu santri yang telah dibekali ilmu agama bisa berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam secara utuh melalui media sosial.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Santri harus jadi duta bangsa memerangi propaganda terorisme
Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Santri harus menjadi duta dalam pencegahan paham radikal terorisme, utamanya di dunia maya. Untuk itu santri yang telah dibekali ilmu agama bisa berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam secara utuh melalui media sosial.Selama digembleng di pesantren, santri diajarkan agama tidak hanya masalah ibadah, tapi juga akidah, akhlak, ekonomi, budaya, dan sosial. Latar belakang itu akan membuat peran santri dalam meluruskan paham radikal terorisme akan lebih efektif."Dengan bekal itu, santri bakal mampu menjadi duta bagi bangsa dalam memerangi propaganda radikal terorisme di dunia maya," kata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Ahmad Satori Ismail, Rabu (19/10).Menurutnya, santri bisa menebarkan hadits dan ayat-ayat Alquran agar umat tidak terkena 'virus' kelompok radikal. Dia mengibaratkan internet seperti hutan belantara, banyak 'bangkai dan kotoran', tapi juga banyak hal bermanfaat."Jadi benteng pribadi para santri agar tidak terjebak dan termakan bujuk rayu untuk mengikuti paham radikal terorisme," ujar pengasuh beberapa pesantren di Jawa Barat dan Banten itu.Dia khawatir jika santri tidak memiliki pemahaman agama utuh akan menelan mentah-mentah informasi dari web dan akun tertentu. "Bisa membuat mereka terperosok melakukan perbuatan anarkis, teroris, serta perbuatan tidak toleran lainnya," tuturnya.

Rekomendasi