Setelah menjalani tes psikologi selama 5 jam di RSAL Mintohardjo, pasangan cagub cawagub Pilgub DKI 2017 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat akhirnya bergegas menuju Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cawang, Jakarta Selatan. Di sana, keduanya mengikuti tes narkoba.Ahok-Djarot yang ditemui usai tes psikologi sekitar pukul 12.30 WIB, tak ingin mengungkapkan poin-poin penting selama tahap tes psikologi berlangsung. Ahok mengaku disarankan dokter untuk puasa bicara."Saya hanya protes (ke Djarot) kenapa awet muda. Saya diminta dokter untuk puasa bicara," ujar Ahok, Minggu (25/9).Sementara Djarot, mengaku sempat mendapat protes dari Ahok terkait identitasnya. Terdapat ketidaksesuaian antara tahun lahir Djarot di profil yang ditemukan Ahok."Kemarin dibaca profil, di situ tertulis usiaku 60 tahun. Lha kok awet muda. Itu keliru, saya minta itu dari mana ya. Saya lahirnya bukan di Gorontalo tapi lahir di Magelang," jelasnya."Tahun lahir saya juga bukan 1955 tapi 1962. Jadi usia saya sekarang 54 makanya Pak Ahok protes, kok tua banget," sambungnya.Saat ditanya lebih jauh, Ahok-Djarot tak mau menanggapi. Keduanya berlalu meninggalkan wartawan karena beralasan akan mengikuti tes narkoba di Kantor BNN."Kami ditunggu di BNN," singkatnya.
Usai tes psikologi, Ahok diminta dokter untuk puasa bicara
Usai tes psikologi, Ahok diminta dokter untuk puasa bicara. Ahok juga protes ke Djarot mengenai kepastian umur. Menurut Djarot, ada kesalahan di profil dia. Yang pertama dia menegaskan lahir di Magelang, dan kedua tahun lahir 1962.
Advertisement
Rekomendasi