Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan memastikan AJS merupakan aktor intelektual kasus perampokan di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kepastian itu didapatkan polisi usai melaksanakan rekonstruksi di RS Qadr, Karawaci, di mana terlihat jelas AJS memberikan arahan kepada keempat rekannya."Tadi rekontruksi di RS Qadr, Karawaci itu terlihat dapat disimpulkan bahwa tersangka AJS berperan sangat penting sebagai aktor intelektual dari kelima orang ini. Karena mengatur peran, kemudian menyuruh Supriyanto untuk memegang senjata api, kemudian dia (AJS) juga memegang senjata api, kemudian menyuruh H sebagai driver, sementara Aminudin alias S dan SU sebagai orang yang mengawasi lingkungan sekitar (rumah korban). Ini semua dilakukan oleh AJS," beber Hendy di Jalan Bukit Hijau 9 Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (13/9).saat rekonstruksi berpindah ke Hotel Asri, polisi menemukan fakta di mana AJS telah memberikan keterangan palsu kepada penyidik dengan menyebutkan perampokan hanya dilakukan empat orang. Namun, setelah melakukan pendalaman dan penyelidikan di lokasi itu, ternyata terdapat lima orang yang terlibat dalam kasus perampokan tersebut."Kemudian dari Hotel Asri kita prarekonstruksi di depan RS Pondok Indah. Kita menemukan fakta, bahwa AJS ini sempat turun dulu untuk jalan kaki memantau situasi rumah korban, kemudian mobil diparkir di depan RS Pondok Indah, AJS turun untuk mengawasi lingkungan sekitar, kemudian kembali ke mobil. Sementara tersangka S dan SU di turunkan di halte untuk mengawasi rumah sekitar, sementara AJS dan S masuk ke rumah pak Asep Sulaiman," jelasnya.Prarekonstruksi ini dilakukan kepolisian untuk memperkuat bukti-bukti kejahatan yang dilakukan kelima tersangka. Utamanya untuk menemukan kesesuaian keterangan dari para pelaku."Karena untuk dua pelaku yang ditangkap di TKP tanggal 3 September 2016 itu tersangka AJS sama si AH ini belum kooperatif memberikan keterangan. Sedangkan 2 orang yang di amankan tanggal 7 September menyerahkan diri dan cukup kooperatif, sehingga dapat membantu kita mencari motif kasus tersebut," papar Hendy.Polisi berharap, rekontruksi terakhir di kediaman korban bisa ditemukan barang bukti senjata api milik pelaku. Sehingga bisa memperkuat adanya aksi perampokan."Rekontruksi di TKP terakhir ini (rumah korban) kita harapkan bisa menemukan satu senjata api yang diduga masih disembunyikan oleh pelaku di kediaman rumah pak Asep, tadi dari rekontruksi mulai RS Qadr Karawaci, ada satu senjata yang belum kita temukan. Di sini kita mau uji, bahwa ada satu senpi, ini kita sedang dalami," sambung Hendy.
Polisi pastikan AJS aktor intelektual perampokan di Pondok Indah
Kepastian itu didapat setelah polisi melaksanakan reka ulang di tiga lokasi. Apa alasannya?
Rekomendasi