Setelah di Bali, bule ini ditangkap Pol PP saat ngemis di Surabaya

Dia awalnya menolak diwawancarai, namun setelah beberapa kali dirayu, Benjamin pun menyampaikan keluh-kesahnya.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Setelah di Bali, bule ini ditangkap Pol PP saat ngemis di Surabaya
Benjamin, bule asal Jerman ketangkap ngemis di Surabaya. ©2016 Merdeka.com

Masih ingat dengan Benjamin, bule asal Jerman yang mengemis di Bali? Saat ini dia berada di barak Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya, Jawa Timur. Benjamin ditangkap Satpol PP karena mengemis di Jalan Kayun, Minggu kemarin (11/9).Saat ditemui di Liponsos Surabaya, Jalan Keputih, WN Jerman ini terlihat bugar. Tidak lusuh seperti saat dibawa anggota Satpol PP. Dia awalnya menolak diwawancarai, namun setelah beberapa kali dirayu, Benjamin pun menyampaikan keluh-kesahnya. "Aku tidak mengerti, kenapa ditempatkan di tempat seperti ini (Liponsos). Aku punya uang, dan dokumenku juga legal," keluhnya dalam bahasa Inggris, Senin (12/9). Bule yang menderita penyakit kaki gajah ini kemudian membandingkan perlakuan orang Indonesia dengan Thailand dan Filipina yang juga sempat dia singgahi. Dua dua negara tersebut, dia tidak pernah ditempatkan bersama anak-anak jalanan, pengemis, bahkan dikumpulkan bersama orang-orang gila. Tapi baru merasakan saat berada di Kota Pahlawan.Kembali Benjamin berdalih, kalau dia memiliki uang dan tiket pulang ke Jerman. Memang, diakuinya, dia sempat kehilangan uang saat berada di Bali. Karena alasan ini, dia terpaksa mengemis selama dua hari. Dan dari belas kasihan orang di Pulau Dewata itu, dia mendapat Rp 1,5 juta. "Aku ada uang dari hasil sumbangan orang-orang di Bali. Pecahan ratusan dan ribuan," ungkapnya. Sementara Kepala UPTD Liponsos Surabaya, Erni Lutfiyah, mengaku belum tahu sampai kapan Benjamin berada di Liponsos. Sebab, pihaknya hanya menerima titipan dari pihak imigrasi. "Kami sudah tanya Satpol PP. Katanya dia diamankan karena memang di Surabaya ini tidak boleh ada pengemis di jalanan," aku Erni. ‎Setelah bertanya ke Satpol PP Kota Surabaya, pihak Liponsospun ke pihak imigrasi. "Kata pihak imigrasi, dia (Benjamin) memang dititipkan sementara di Liponsos. Alasannya karena kantor imigrasi kondisi overload, sehingga tidak bisa menampungnya," pungkasnya.

Rekomendasi