Bantah Menhub, Risma sebut trem bukan sekadar proyek nostalgia

Trem ini akan membentang sejauh 17 kilometer (Km) dan akan menghubungkan Kota Surabaya selatan dan utara.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Bantah Menhub, Risma sebut trem bukan sekadar proyek nostalgia
Risma resmikan Sentra PKL. ©2013 Merdeka.com

‎Saat berkunjung ke Surabaya, Jawa Timur, Kamis kemarin (8/9), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut Proyek Mass Rapid Transit (MRT) atau angkutan massal cepat berupa trem yang dirancang Wali Kota Tri Rismaharini, hanya proyek nostalgia. Mantan Dirut Angkasa Pura II menyebut, proyek yang rencananya dirampungkan di Tahun 2017 mendatang itu perlu dipelajari terus menerus, apakah trem benar-benar cocok atau tidak diterapkan. Wali Kota Risma pun angkat bicara soal pernyataan Budi Karya Sumadi ini. Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan tersebut justru menganggap trem sangat efektif untuk mengatasi problem kemacetan di kota besar.

"Dengan trem, kita bisa mengoneksikan dengan sistem IT (informasi dan teknologi). Kapan jamnya berangkat dan berhenti. Waktu akan selalu tepat," ujar Risma, Sabtu (10/9). Mengapa pemerintah mengutamakan trem? Risma menjawabnya cukup diplomatis. Kata dia, Surabaya terlalu banyak persimpangan jalan raya yang bisa menghambat waktu dan berbahaya bagi penumpang. Apalagi jumlah penduduk di Kota Pahlawan ini sangat padat. Sementara kekuatan maksimal bus, hanya mampu mengangkut 100 penumpang dengan sarana double decker.

Namun, dengan menggunakan trem, rangkaian bisa maksimal sesuai dengan kebutuhan jumlah penumpang. Tidak hanya itu, masih kata Risma, alasan lain penggunaan trem adalah lebih aman karena banyak pintu."Trem itu kalau jalan di samping pedestrian. Itu kalau berhenti bisa langsung keluar alat atau jalan bagi difabel. Kalau bus kan nggak bisa. Itulah alasannya. Jadi bukan karena nostalgia," ketusnya. Trem ini akan membentang sejauh 17 kilometer (Km) dan akan menghubungkan Kota Surabaya di wilayah selatan dengan utara.

Rutenya; Jalan Wonokromo, Pandegiling, Embong Malang, Kedungdoro, Pasar Blauran, Pasar Turi, Indrapura, Rajawali, Jembatan Merah, hingga Tugu Pahlawan. Jalur trem ini juga bakal memiliki 29 titik pemberhentian.

Rekomendasi