Polisi kembali menangkap dua pelaku perampokan terhadap mantan Vice President Exploration ExxonMobil Indonesia, Asep Sulaiman di Pondok Indah. Dari hasil penyidikan polisi pun bisa menyimpulkan motif kejahatan tersebut."Fakta penyidikan yang kita tegaskan bahwa ini perampokan murni didukung dengan fakta penyidikan. Tidak lewat opini," kata Kasubdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan di kantornya, Kamis (8/9).Adhi Jhon Suyadi bersama Samadi ditangkap di lokasi kejadian. Lalu menyusul dua orang RH dan SAS (52) alias Aminuddin diamankan. Kini masih ada satu pelaku lagi C masuk daftar pencarian orang."Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap satu lagi pelaku. Mudah-mudahan bisa segera kami tangkap," katanya.Kuasa Hukum Adhi, Apolos Djara Bonga mengatakan jika peristiwa itu terjadi karena ingin menyelesaikan masalah privasi, bukan merampok. Namun hal itu dibantah oleh Kabid Humas Polda Metro, Kombes Awi Setiyono."Itu alibinya dia (Adhi). Cuma alibinya tidak didukung kesaksian tersangka yang lain. Karena kita tidak mengejar pengakuan mereka, kita kumpulkan pembuktian ini," tandasnya.Seperti diketahui, Adhi Jhon Suyadi bersama Samadi menyatroni rumah Asep Sulaiman di Jalan Bukit Hijau IX No 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Selama kurang lebih sembilan jam Asep dan keluarganya disandera.Pelaku yang sudah kenal dengan Asep sempat meminta dibuatkan mi dan melakukan salat berjemaah. Meski sempat menodongkan senjata api, Adhi dan komplotannya tidak mengambil barang korban.
Polisi pastikan kasus di Pondok Indah murni perampokan
"Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap satu lagi pelaku," kata AKBP Hendi.
Advertisement
Rekomendasi