Saksi ahli patologi Beng Beng Ong yang dihadirkan kubu Jessica mengatakan, tidak menemukan ciri-ciri dari kematian akibat sianida dalam laporan yang diuraikan oleh ahli toksikologi pada jenazah Wayan Mirna Salihin.Menurutnya, seseorang yang meninggal karena sianida yakni warna kulit jadi merah terang karena sianida bersifat korosif. Maka akan terjadi pengikisan dalam lambung dan kalau dilihat lapisan lambung akan tampak ciri-ciri tertentu yang disebut fakulasi sel."Ciri-ciri seperti ini tidak diuraikan oleh ahli patologi ketika ia menjelaskan atau memberi penjelasan dalam dokumen," kata Beng dalam persidangan di Ruang Sidang Koesoemah Atmadja 1 PN Jakarta Pusat, Senin (5/9).Karenanya dia menegaskan tidak menemukan ciri-ciri yang serupa pada jenazah Mirna. "Ya saya tidak menemukan ini dalam laporan tersebut," imbuh dia.Beng melanjutkan ketika seseorang menelan garam sianida, beberapa garam tersebut akan terlepas sebagai hidrogen sianida yang merupakan gas beracun. Gas ini diuraikan meskipun tidak setiap orang dapat mencium bau khusus ini."Jadi semua temuan ini yang telah disebutkan warna kulit merah, pengikisan lapisan lambung fakulasi, dan bau kacang almond pahit tidak ditemukan dalam laporan paska kematian," terang Beng.Beng melanjutkan, apabila seseorang meninggal karena sianida tentu diharapkan hasil pemeriksaan sianida positif di dalam darah dan juga didalam organ tubuh bagian dalam ini. Sebab sianida dapat menunjukkan efeknya maka sianida tersebut harus menjalar ke dalam tubuh. Apabila seseorang meninggal sianida maka tingkat sianida yang ada di dalam lambung dapat diharapkan sangat tinggi."Jadi ini adalah hal bersifat umum secara keseluruhan dan dalam laporan tersebut menyebutkan dalam hati tidak ada," kata Beng.
Saksi kubu Jessica tak temukan ciri tewasnya Mirna karena sianida
Menurutnya, seseorang yang meninggal karena sianida yakni warna kulit jadi merah terang karena sianida bersifat korosif
Advertisement
Rekomendasi