Pembangunan infrastruktur solusi macet Kota Bogor kembali mangkrak

Tahun lalu, Pemkot Bogor yang sempat mengalokasiKan Rp 45 miliar untuk pembebasan lahan dan pembangunan tahap III.

Ilham Kusmayadi
Oleh Ilham Kusmayadi - Reporter
Pembangunan infrastruktur solusi macet Kota Bogor kembali mangkrak
Jalur Puncak Bogor macet parah. ©2014 Merdeka.com

Proyek jalan tembusan atau Ring Road Regional (R3) sepanjang 10,3 kilometer yang bertujuan memecah kemacetan di pusat Kota Bogor sudah lebih dari tiga tahun tak kunjung rampung. Bahkan tahun lalu, Pemkot Bogor yang sempat mengalokasiKan Rp 45 miliar untuk pembebasan lahan dan pembangunan tahap III (Parung Banteng-Wangun Tajur) malah tak diserap dan menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA).Kemudian tahun ini Pemkot Bogor kembali mengalokasikan Rp 14 miliar, tapi belum juga ada tanda-tanda Tim Pembebasan Tanah (TPT) maupun alat berat untuk melanjutkan pembangunan jalan R3 yang dibangun sejak 2013 itu. Kondisi tersebut diprediksi bakal menambah panjang sejumlah proyek infrastruktur di Kota Bogor mangkrak.Anggota Komisi C (Bidang Infrastruktur) DPRD Kota Bogor Yus Ruswandi menyayangkan sikap Pemkot Bogor yang tak konsisten dalam melaksanakan program atau kegiatan belanja daerahnya, khususnya dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur seperti jalan menghubungkan tiga kecamatan (Bogor Utara, Tengah, dan Timur) itu. "Padahal komitmen kita sudah jelas, tahun lalu Pemkot mengalokasikan Rp 46 miliar untuk pembebasan lahannya, kita menyetujui, tapi tidak dilaksanakan sehingga menjadi SILPA, kemudian tahun ini mengusulkan lagi Rp 14 miliar kita kembali menyetujui, tapi hingga saat ini seolah tidak ada keseriusan untuk merampungkan pembebasan lahannya," ujar Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor itu, kemarin.Menurutnya, jalan R3 merupakan jalan tembusan yang sudah dirancang sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan di pusat kota sejak tahun 2013 di era kepemimpinan Wali Kota Bogor Diani Budiarto. Hingga saat ini, sudah lebih dari dua kali mangkrak alias terbengkalai hanya gara-gara tak tuntasnya pembebasan lahan."Maka dari itu kita menagih keseriusan dan konsistensi Pemkot Bogor dalam melaksanakan amanat Perda APBD yang sudah ditetapkan. Kalau merencanakan program kegiatan harus dilaksanakan. Buktinya di 2015, Rp 46 miliar tidak diserap, sekarang Rp14 miliar belum juga direalisasikan," katanya.Hal senada diungkapkan Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Najamudin. Dia menilai, kinerja Pemkot Bogor dalam merencanakan suatu kegiatan pembangunan infrastruktur tidak serius, sehingga anggaran yang sudah dialokasikan selalu menjadi SILPA negatif. "Jadi jangan hanya bisa mengajukan anggaran, tapi dalam praktiknya tidak ada. Sehingga, berdampak pada sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) yang negatif. Itu kan sebenarnya kinerja yang sudah terencana dan tidak baik," bebernya.Sekadar diketahui, jalan R3 yang menghubungkan Warung Jambu-Jalan Raya Tajur/Wangun sepanjang 10,3 km dibangun dalam tiga seksi. Seksi 1 (Jalan Adnawijaya - Vila Duta sepanjang 4,7 km), seksi 2 (Villa Duta- Parung Banteng sepanjang 2,4 km) dan seksi 3, (Parung Banteng- Jalan Raya Tajur/Wangun sepanjang 3,2 km). Berdasarkan pantauan, seksi 3 sejak tahun lalu dibiarkan mangkrak dan pembangunannya tidak tuntas, bahkan dibuat menjadi empat seksi. Bahkan seksi 2-3 yang mestinya disambung dengan membangun jembatan, hingga saat ini tidak terealisasi. Beton dan pondasi di lokasi proyek yang mangkrak dipenuhi dengan ilalang. Sementara itu, Sekretaris Dina Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bogor Deni Sediawan menuturkan, untuk panjang jalan seksi 4 dari mulai Parung Banteng/Bendungan Katulampa sampai Wangun Tajur terbentang 1,3 kilometer. Anggaran untuk pembebasan lahan sebetulnya sudah disediakan dalam APBD Kota Bogor tahun ini Rp14 miliar, namun tidak mencukupi. "Jadi idealnya dana untuk pembebasan lahan lanjutan pembangunan jalan R3 ini masih jauh dari yang dibutuhkan yakni sebesar Rp 175 miliar. Termasuk pembebasan bangunan dan tanaman di daerah Sindangrasa, Bogor Timur," jelasnya.Namun demikian, pihaknya mengklaim pembebasan lahan jalan R3 tahap 4 ini sudah dilakukan, tapi dananya tidak mencukupi. Bahkan menurutnya anggaran yang tersedia saat ini diperkirakan hanya cukup untuk pembebasan sekitar 200 meter."Kita berharap dana yang dibutuhkan bisa tertutup pada tahun anggaran 2017. Selain itu, perlu diketahui juga harga tanah di seksi 4 ini cukup tinggi. Tapi kita terus sosialisasikan agar realisasi pembangunan jalan R3 bisa kembali dilanjutkan," tandasnya.

Rekomendasi