Raih medali perak di Olimpiade, Sri Wahyuni diganjar bonus rumah

Yuni berhasil mencatatkan angkatan total 192 kg, dengan angkatan snatch 82 kg dan clean & jerk 107 kg.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Raih medali perak di Olimpiade, Sri Wahyuni diganjar bonus rumah
Yuni dan Ketua Pengcab PABBSI Kabupaten Bekasi, Dirwan Dachri (kiri). ©2016 Merdeka.com

Atlet angkat besi Indonesia peraih medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, Sri Wahyuni Agustini kebanjiran bonus. Kini giliran Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI), Kabupaten Bekasi, memberikan bonus berupa satu unit rumah."Kami bangga, atlet binaan kami meraih medali dalam kejuaraan Internasional," kata Ketua Pengurus Cabang PABBSI Kabupaten Bekasi, Dirwan Dachri, Selasa (30/8).Menurut Dirwan, bonus tersebut merupakan bentuk reward atas keberhasilan Yuni karena kerja kerasnya dalam kejuaraan tingkat dunia tersebut.

Yuni dan Ketua Pengcab PABBSI Kabupaten Bekasi, Dirwan Dachri (kiri) ©2016 Merdeka.com


"Yuni mampu mengharumkan nama Indonesia atas prestasinya itu, citra Kabupaten Bekasi juga turut terangkat sebagai daerah pencetak atlet kelas dunia," kata Dirwan.Menurut Dirwan, selain Yuni, ada satu atlet angkat besi lagi dari Kabupaten Bekasi yang turut bertanding dalam kejuaraan selama 17 hari di Brasil tersebut. Atlet itu adalah Deni. Sayangnya Deni gagal meraih medali."Dengan bonus ini, kami berharap akan muncul atlet kelas dunia seperti Yuni dari Bekasi ," ujar pria yang juga Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi ini.Sementara itu, kedatangan Yuyun bersama pelatihnya Supani ke Kantor BPN Kabupaten Bekasi pada Selasa (30/8) menyedot perhatian ratusan pengunjung. Saking senang dan bangganya dengan atlet itu, banyak di antara mereka yang meminta selfi. Sementara Yuni sendiri mengaku bersyukur karena diberi bonus rumah. Dia juga tak menyangka bahkan terkejut diberi kado istimewa oleh Ketua Pengcab PABBSI, Kabupaten Bekasi.Sri Wahyuni sendiri menjadi atlet binaan PABBSI Kabupaten Bekasi sejak 2013 lalu. Ketika itu, dia baru saja mengawali karirnya sebagai atlet kelas dunia. Sejak berada di Bekasi, sejumlah mendali telah disumbangkan perempuan 22 tahun tersebut.Adapun, dalam Olimpiade Brasil, Yuni berhasil mencatatkan angkatan total 192 kg, dengan angkatan snatch 82 kg dan clean & jerk 107 kg. Adapun, peraih medali emas ialah lifter asal Thailand, Tanasa Sopita dengan total angkatan mencapai 200 kilogram.

Rekomendasi