Meski sempat membuat heboh, produsen snack bihun kekinian alias Bikini, Pertiwi Darmawanti Oktavia (19) tidak kapok berwirausaha. Tiwi menganggap kasus yang mendera adalah bagian dari cobaan saat akan menapaki kesuksesan."Kapok enggak. Karena saya memang ingin berwirausaha. Ini saya kira cuma pembelajaran saja," kata Tiwi, saat ditemui di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandung, Jumat (26/8).Bahkan dia mendorong bagi mereka yang ingin berwirausaha untuk terus maju meski pernah merasakan jatuh. Tiwi yang memang sejak lulus SMA langsung menimba ilmu wirausaha non-formal di Bandung pernah merasakan pundi-pundi rupiah besar dari penjualan snack bikini.Tapi kondisi itu berbalik dalam hitungan bulan karena snack dagangannya dinilai memuat unsur pornografi dengan menampilkan kemasan vulgar."Saya pernah dua bulan sampai dapat Rp 60 juta, itu omzet. Tapi ternyata tidak bisa begitu. Karena semua harus ada jalurnya ini pangan industri rumah tangga kita berharap mendaftarkan," jelasnya.Tiwi mengaku akan tetap menjual makanan ringan tersebut, tapi dengan kemasan dan perizinan yang bakal ditempuh. "Saya akan tetap menjual ini, tapi ada perubahan," jelasnya.BBPOM Bandung sendiri sudah memberikan sanksi pada Tiwi pembuat snack kontroversial tersebut."Sebagai pembelajaran, dia (Tiwi) ini hanya dikenakan sanksi administratif dan membuat surat pernyataan untuk menyerahkan produk yang sudah jadi bahan baku, kemasan dan bumbu untuk dimusnahkan," kata Kepala BBPOM Bandung Abdul Rahim.Dia menjelaskan, snack bikini diproduksi dengan skala kecil di rumah tinggal yang menggunakan peralatan sederhana. Berdasarkan pemeriksaan terhadap Tiwi, dan 10 saksi, tidak ditemukan unsur kesengajaan untuk meresahkan masyarakat saat memproduksi."Pelaku dan semua saksi yang diperiksa kooperatif selama pemeriksaan dan memberikan keterangan antara satu dengan yang lain, jadi ini lebih karena ketidaktahuan," ungkapnya.
Produsen snack 'bikini' enggak kapok berwirausaha
Bahkan dia mendorong bagi mereka yang ingin berwirausaha untuk terus maju meski pernah merasakan jatuh.
Rekomendasi