Melapor ke POM AU, wartawati korban pelecehan di Sari Rejo pingsan

Adel masih trauma saat diminta menceritakan rincian pelecehan dialaminya.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Melapor ke POM AU, wartawati korban pelecehan di Sari Rejo pingsan
Wartawati korban pelecehan TNI pingsan. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Aksi kekerasan diduga dilakukan anggota TNI AU terus dilaporkan ke Polisi Militer (POM). Hari ini, Kamis (25/8), giliran wartawati media daring, Deli Erlina atau kerap disapa Adel (25), mengadukan tindak penganiayaan, pelecehan, dan intimidasi dialaminya saat bentrok antara personel TNI AU dengan warga Sari Rejo, Polonia.Saat membuat laporan dan menjalani pemeriksaan di POM AU di Lanud Soewondo, Adel didampingi Tim Advokasi Pers Sumut. "Korban memberikan keterangannya sejak pukul 11.50 WIB," kata Aidil Aditya dari LBH Medan sekaligus anggota Tim Advokasi Pers Sumut.Hanya saja, ketika diminta menceritakan kronologi tindak kekerasan dan pelecehan dialaminya, Adel langsung pingsan dan jatuh ke lantai. Tim advokasi dan personel POM AU yang melihat langsung membantu dan mengangkatnya ke kursi. Selain proses pelaporan berlangsung lama, Adel juga masih trauma."Korban trauma dan tentu sulit membayangkan bagaimana dia dilecehkan," ujar Aidil.Proses pelaporan sempat ditunda karena Adel pingsan. Setelah dia sadar, proses pemeriksaan dilanjutkan. Adel mengaku menjadi korban kekerasan dilakukan sejumlah personel TNI AU. Perutnya dipukul dengan pentungan. Kameranya dirampas dan dirusak. Padahal saat itu dia telah menunjukkan kartu pengenal jurnalis. Perempuan juga tinggal di kawasan Sari Rejo ini bahkan mengaku mendapatkan perlakuan tidak senonoh.Saat dia merekam bentrokan dengan kamera di Jalan Teratai, Sari Rejo, tiba-tiba dia dikejar sampai dekat warung es kelapa. Dia mengaku payudaranya diremas anggota TNI AU. Kameranya dirampas dan dibanting. Adel juga dimaki dengan kata-kata kotor. Lalu seorang anggota TNI AU juga mengancam akan memasukkan pentungan ke dalam kemaluannya. Perempuan ini mengingat sedikitnya tiga nama anggota TNI AU diduga melakukan kekerasan dan pelecehan terhadapnya.Sebelumnya, 5 jurnalis di Medan telah melapor ke POM AU Lanud Soewondo. Mereka mengaku mendapat kekerasan dan intimidasi saat meliput bentrok antara warga dengan personel TNI AU.Tindakan represif personel TNI AU ini terjadi menyusul kericuhan dalam aksi unjuk rasa di Jalan SMA 2, Polonia, Medan, Senin (15/8) sore. Sekitar 10 orang terluka, termasuk dua wartawan dianiaya anggota TNI AU. Dari 8 warga yang terluka, juga terdapat 5 orang yang mengalami luka tembak. Sejumlah prajurit TNI juga terekam kamera CCTV Masjid Al Hasanah dan Silaturrahim ketika melakukan tindakan represif itu. Dua personel terekam merusak kotak infak, dan seorang lainnya tampak bergerak seperti memungut benda dari sekitar kotak infak dan memasukkan ke kantong celana. Bahkan, di Masjid Silaturrahim ada anggota TNI AU berseragam masuk ke rumah ibadah itu tanpa melepas sepatu.

Rekomendasi