Jamaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai berdatangan ke Madinah, Arab Saudi. Kota Madinah pun kini mulai tampak ramai dari sebelumnya. Jika dua tiga hari lalu yang memenuhi sudut-sudut kota kebanyakan adalah orang-orang Turki dan Timur Tengah, maka hari-hari ini wajah-wajah Asia Tenggara juga sudah mewarnai Kota Nabi tersebut.Pantauan merdeka.com, Rabu (10/8), di hotel-hotel sekitar Masjid Nabawi, banyak antrean mengular panjang hingga bermeter-meter. Tak cuma di satu titik saja, antrean panjang itu juga terjadi di beberapa tempat. Bukan antre untuk mendapatkan sembako murah atau makanan gratis, ternyata mereka antre membeli kartu perdana dari provider lokal Arab Saudi.Tak cuma di sekitar masjid Nabawi saja, antrean panjang membeli kartu perdana juga terjadi di Bandara Madinah dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. Saking panjangnya antrean, untuk mendapatkan kartu perdana provider lokal, hingga membutuhkan waktu empat jam. Hal ini yang dialami oleh Ridwan, warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi."Syaratnya beli kartu perdana harus punya iqomah (semacam KTP). Saya di sini antre menemani teman saya beli kartu lokal," kata Ridwan.
jemaah haji antre beli kartu perdana lokal di Madina ©2016 Merdeka.com/anwar khumainiAntrean mengular di beberapa provider lokal Arab Saudi, seperti Mobily, STC dan Zain. Puluhan orang yang kebanyakan bukan warga Arab Saudi mengantre berjam-jam untuk mendapatkan kartu perdana. Ketiga operator tersebut juga 'perang harga'. Misalnya STC menawarkan paket bervariasi mulai 300 sampai 400 Riyal untuk data unlimited selama tiga bulan. Sementara Mobily menawarkan paket bulanan harga 300 riyal.Tampak beberapa calo mencoba menawarkan kartu perdana kepada para calon pembeli, tentunya dengan harga yang jauh lebih mahal. "Seperti mau beli tiket saja, ada calonya," kata Ridwan.Adapun syarat untuk mendapatkan kartu perdana lokal bagi warga asing adalah harus menunjukkan paspor yang masih aktif.