Sri Wahyuni menjadi atlet Indonesia pertama menyabet medali pada ajang Olimpiade Rio de Janiero, Brazil 2016. Meski kini menjadi salah satu atlet angkat besi terbaik dunia, tapi siapa sangka jalan karis Sri berliku.Sri Wahyuni mengawali terjun di bidang olahraga sebagai atlet marathon. Sri kali pertama diperkenalkan ayahnya, Candiana (44), dengan marathon pada usia sekitar 12 tahun. Sebab, Candiana merupakan atlet marathon dengan pencapaian tertinggi menjadi peserta Porda Jabar pada 1992 silam.Saat melihat adik menekuni angkat berat, Neng Yuni, panggilan akrab Sri Wahyuni, tergoda menjajalnya."Mencobanya juga bukan karena sengaja. Tapi karena saya sering antar adiknya (Desi), sehingga Yuni juga yang ikut ingin gabung dan coba-coba," kata Candiana saat ditemui di kediamannya di Kampung Bojong Pulus RT4/RW2 Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (10/8).Candiana memiliki teman yang juga atlet. Kawannya kemudian meminta Sri berlatih sebagai atlet angkat besi. Setelah lulus sekolah dasar, Sri mulai menekuni dunia angkat besi. Dia terus bergelut dengan angkat berat, hingga sejak 2009 mulai terjun di kejuaraan skala daerah dan nasional, seperti Pekan Olahraga Daerah serta Pekan Olahraga Nasional.Mulai saat situ, Sri mulai menemukan jalan hidupnya. Pada PON XVIII pada 2012 di Riau, Sri menyabet emas buat kontingen Jawa Barat. Setahun kemudian, dia juga meraih medali emas di SEA Games Myanmar, dan di Islamic Solidarity Games. Tahun berikutnya, perempuan 21 tahun itu meraih perak di Asian Games."Total ada 31 medali, jika dengan olimpiade ada 32 medai emas dan perak," ucap Candiana.Saat turun di ajang Olimpiade 2016, meski tidak meraih emas, tetapi Sri sudah mengharumkan Indonesia dengan medali perak.Sri meraih perak pada kelas 48 kilogram dengan total angkatan 192 kilogram. Sri hanya kalah dari atlet Thailand, Sopia Tanasan, yang sanggup mengangkat beban 200 kilogram."Sekarang sudah dapat semuanya. Dia (Sri) selalu bilang saya berlatih bertahun-tahun itu harus ada hasilnya," lanjut Candiana.Keluarga, kata Candiana, sangat bangga dengan apa yang dilakukan Sri. Saat ini, putri sulungnya itu sudah dikenal banyak orang."Sekarang sudah bantu orang tua, setiap bulan transfer uang. Karena Sri kan sudah di Bekasi. Di mess saja, jarang pulang ke Bandung," tutup Candiana.
Sri Wahyuni, atlet marathon yang kepincut angkat berat
Sri kecil mulai berlatih mengangkat beban saat melihat sang adik latihan.
Rekomendasi