Menko Puan gelar rakor BPJS palsu bareng Menkes & Mensos

BPJS palsu pertama kali ditemukan di Cimahi, Jawa Barat.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Menko Puan gelar rakor BPJS palsu bareng Menkes & Mensos
BPJS. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, menggelar rapat koordinasi kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) dengan Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Dirut BPJS Fachmi Idris dan Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Puan mengatakan rapat koordinasi ini untuk mengevaluasi pelaksanaan BPJS karena ada dugaan pemalsuan."BPJS palsu awalnya ditemukan di Bandung Barat. Dari kasus yang terungkap perlu diidentifikasi, terkait pengelolaan ke depan," kata Puan saat membuka rapat di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (28/7).Selain itu, pihaknya juga perlu menerima laporan dari masyarakat apakah pelayanan pembuatan BPJS dipersulit. Kemudian, apakah peserta juga menerima Kartu Indonesia Sehat dengan mudah."Apakah semua peserta mempunyai Kartu Indonesia Sehat? Bagaimana pengaduan masyarakat. Bagaimana tata cara masyarakat, bisa memperoleh Kartu Indonesia Sehat. Makanya kami minta untuk bisa mengupdate dan langkah-langkah itu," kata dia.Seperti diketahui, muncul Kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) palsu di Cimahi, Jawa Barat. Pria berinisial AS sudah satu tahun memalsukan kartu BPJS.Hasil pemeriksaan sementara sudah 810 kepala keluarga (KK) menjadi korban pelaku AS yang berusia 42 tahun tersebut. "Tersangka ini membuat kartu BPJS palsu sejak Juli 2015, korbannya ada 810 KK ini pengakuan tersangka," kata Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary, di Mapolresta Cimahi, Senin (25/7).Dari 810 KK, 175 kartu sudah dibuat dan disebarkan pada korban. Dia mengatakan, 810 KK itu tersebar di empat desa yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Berbekalkan bendera yayasan Rumah Peduli Dhuafa (RDP), AS mengiming-imingi korban membuat BPJS abal-abal ini.

Rekomendasi