Bocah down syndrome tewas terpanggang, diduga tersambar petir

Saat kejadian kedua orang tua korban mendapati anaknya tak ada di sampingnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bocah down syndrome tewas terpanggang, diduga tersambar petir
Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Seorang bocah pengidap down syndrome, Sang Ketut Yudiarta (8) ditemukan terkapar di lantai dapur dengan kondisi tubuh melepuh dan topi dikenakannya terbakar. Diduga dia tewas akibat tersambar petir. Apalagi kala itu hujan lebat disertai petir tengah terjadi di kota Bangli, Bali, Jumat (22/7).Yudiarta merupakan warga Desa Awan, Kintamani, Bali. Orang tua korban, Sang Ketut Terus dan istrinya Ni Ketut Lemin, menyebutkan bahwa saat itu mendengar suara petir keras sekali persis di atap rumahnya.Kepala Desa setempat, Sang Nyoman Putra menuturkan, saat kejadian kedua orang tua korban mendapati anaknya tak ada di sampingnya. Keduanya langsung keluar kamar mencari sang buah hati. "Saat suara petir, bersamaan dengan putusnya tali kabel listrik di rumah korban. Bahkan sampai dapur rumahnya hancur, di lokasi dapur itulah anaknya ditemukan sudah tergeletak," kata Putra.Saat ditemukan, kata dia, korban ditemukan dalam keadaan terlentang di lantai dan topi dikenakan hangus terbakar. "Diduga anak itu kena petir. Benar memang korban mengalami autis (down syndrome)," ucapnya.Saat melihat anaknya tewas, ibunya langsung teriak histeris dan lemas. Teriakan tersebut mengundang kedatangan warga."Rencananya hari ini langsung dilakukan prosesi kremasi pada anak malang itu," pungkasnya.

Rekomendasi