Hari-hari penuh harap buat Arya

Arya dan orang tuanya harus mendengar saran dokter, jika ingin sembuh.

Aryo Putranto Saptohutomo
Hari-hari penuh harap buat Arya
Ade Rai. ©2020 Merdeka.com/ Instagram Ade Rai

Hari-hari Arya Permana (10) kini dihabiskan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dia mesti menjalani sederet program jika berat badannya ingin ideal.Saat pertama kali diinapkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, bobot Arya tercatat mencapai 190 kilogram. Seiring hari berganti, berat badannya berangsur turun. Dia akan berada di sana selama dua pekan ke depan. 13 tim dokter berjibaku membantu Arya buat menurunkan berat badan terbilang tak lazim di usianya.Sejak di rawat di RSHS, Arya menjalani seluruh program diet dirancang tim dokter dengan baik. Mulai dari pola makan dipantau ketat, hingga aktivitas fisik harus dijalaninya."Kegiatan fisik yang sudah kami rencanakan juga, Arya mau melakukan dengan baik. Kegiatannya aktif, mulai berjalan-jalan dan kemudian olahraga sedikit sudah mau," kata Sekretaris Tim Dokter Penanganan Arya, dr. Noviana Andriani, di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, kemarin.Meski begitu, tidak mudah bagi Arya beraktivitas. Dia kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk menjalankan ibadah salat lima waktu. Meski begitu, orang tua tetap mengajarkan Arya melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim itu."Diajarkan salat juga. Tapi dia mah banyak ketawanya justru, karena susah sujudnya," kata ayah Arya, Ade Somantri (40).Tak hanya sujud, saat dalam posisi ruku pun Arya kesulitan. Memiliki bobot hampir dua kuintal, Arya kesulitan menopang tubuhnya yang besar itu."Jadi kalau salat ya duduk saja, karena sulit kan kalau ikut gerakan," ujar Ade.Ade menambahkan, Arya sejak dua tahun ke belakang masih sering melaksanakan salat berjamaah bersama keluarganya. Saat itu tubuhnya masih sekitar 100 kilogram lebih. Namun kini bocah kelas empat SD tersebut kesulitan."Terakhir salat berjamaah (dengan Arya) itu sekira dua tahun lalu. Saat itu masih bisa," ucap Ade.Meski begitu, tim dokter menyatakan membutuhkan waktu tak sedikit buat Arya menurunkan berat badannya. Mereka memperkirakan upaya itu bisa mencapai satu tahun buat memangkas ratusan kilogram di tubuh bocah asal Karawang itu.


"Kalau saja sebulan bisa turun 15-20 kilogram, itu berarti untuk menurunkan 150 kilogram butuh sekira setahun," kata Ketua Tim Dokter Penanganan Arya, dr. Julistio.Meski begitu, metode itu butuh syarat. Yaitu seluruh program diet ketat dan pendukungnya harus dijalani bocah asal Karawang itu. Orang tua juga harus memantau terus asupan dan program akan diberikan. Menurut dia, jika seluruh program bisa dijalankan dengan baik selama Arya di RSHS dan di rumah, penurunan berat badan diprediksi berjalan maksimal. Tim dokter pun akan memberikan pengetahuan terhadap orang tua terkait program harus dijalani Arya jika kembali ke rumah."Kita akan ajarkan orang tuanya, yang harus dilakukan ini lho. Jangan sampai ibunya juga lalai," ujar Julistio.Tak cuma kegiatan sehari-hari, pendidikan Arya pun terganggu. Meski begitu, memasuki tahun ajaran baru, Arya tetap harus mengikuti kegiatan belajar. Lantaran masih dirawat, kegiatan belajar akan digelar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Noviana mengatakan, mereka akan mendatangkan guru ke RSHS. Sehingga Arya akan bisa belajar seperti biasa.Sesuai jadwal, pemilik berat badan nyaris dua kuintal itu akan belajar mulai pekan depan. Program belajar Arya akan dijalankan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat."Arya tetap belajar, bisa di ruangan khusus atau ruang sekarang (perawatan)," lanjut Noviana.Soal teknis belajar, Noviana menyerahkannya ke Disdik Jabar."Hari ini akan datang rekan-rekan dari Disdik Jawa Barat untuk direncanakan program pendidikan Arya ke depan mau bagaimana (selama dirawat)," ucap Noviana.Noviana berharap Arya betah selama berada di RSHS dan belajar. Dalam saat bersamaan, proses penanganan Arya akan dimaksimalkan buat menurunkan berat badannya menjadi ideal."Mudah-mudahan Arya bisa betah dirawat di sini, sambil kami mencari penyebab pasti mengapa Arya berat badannya dan nafsu makannya bertambah besar, sehingga mengalami obesitas ini," lanjut Noviana.Meski begitu, dua hari berada di rumah sakit membikin Arya tidak betah. Ayah Arya, Ade Somantri (40), mengaku putra bungsunya itu mengeluh bosan berada di rumah sakit. Bahkan ajaran baru nanti, Arya yang masuk ke kelas IV SD ingin bisa bergabung dengan teman sekolahnya."Iya inginnya sekolah sama teman-temannya. Marah kaya anak-anak gitu lah," kata Ade.

Meski begitu, buat mengusir kebosanan Arya sudah diberikan konsol permainan PlayStation, dari Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana. Dia pun dikunjungi beberapa tokoh. Antara lain Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, dan mantan atlet binaraga, Ade Rai. Dia bahkan memberikan barbel buat Arya.

Rekomendasi