Geram disebut sesat, perguruan silat ini mengadu ke polisi

Yang harus diklarifikasi tentang DZA dituduh ajarkan salat tanpa bacaan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Geram disebut sesat, perguruan silat ini mengadu ke polisi
Tim kuasa hukum memberikan klarifikasi soal pemberitaan perguruan HI sesat. ©2016 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Yayasan Hikmatul Iman (HI) gerah dengan tuduhan sesat dilayangkan sejumlah situs di Internet, terhadap Lembaga Seni Bela Diri (LSBD) HI. Tuduhan yang tak mendasar membuat DZA, pimpinan perguruan, melaporkan tuduhan itu ke Polda Jawa Barat.Laporan tersebut sudah masuk ke polisi pada Selasa 21 Juni 2016. Berdasarkan laporan polisi nomor LPB/594/VI/2016/Jabar, sebuah situs dan akun Facebook yang menyebarkan tuduhan tentang yayasan tersebut dipolisikan."Dengan apa yang dituduhkan pada klien kami, kami tim kuasa hukum melaporkan ke UU ITE yang disebutkan dalam pasal 27 angka (3) dan (2)," kata kuasa hukum DZA, Bintang Yalasena, dalam keterangan persnya di Bandung, Senin (27/6).

Dalam pasal itu disebutkan tentang pencemaran nama baik dan penyebaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan.Menurut Vena Mutiram yang juga tim kuasa hukum DZA, ada beberapa poin dituduhkan pada LSBD HI yang membuat hal tersebut harus diklarifikasi. Pertama ihwal tuduhan dari beberapa situs menyatakan bahwa DZA pernah menyebut isi Alquran sebagian palsu."Tidak benar. Soal Alquran itu tidak benar. Statment dari mana soal itu," kata Vena.Selanjutnya soal salat tanpa bacaan. Berlatar belakang sebagai perguruan bela diri, HI mengajarkan salat semacam kontemplasi, meditasi dan ekstansi.

"Soal salat juga tidak benar (tanpa bacaan)," ungkapnya.Dia menilai, tulisan DZA yang tertuang dalam sebuah Novel Trilogi Arkhtirema dijadikan landasan bahwa pimpinan HI menyebarkan pemahaman sesat. Padahal jelas, kata dia, buku tersebut hanyalah sebuah novel yang isinya merupakan fiktif.

"Kalau fiktif banyak dong yang bisa dilaporkan para pembuat novel seperti Star Wars, Startrek, Harry Potter," ungkapnya.Oleh karena itu, pihaknya dalam kesempatan tersebut kembali menegaskan tidak ada aliran sesat yang diajarkan DZA. Dia juga menyampaikan ingin memulihkan nama yayasan akibat minornya pemberitaan dalam beberapa media massa."Kami ingin rehabilitasi nama ini (LSBD HI) karena sekarang jadi buruk. Aktivitas beberapa di antaranya menjadi terganggu juga," tandasnya. Bahkan beberapa murid yang bernaung mempertanyakan kebenarannya terkait tuduhan yang dilaporkan sejumlah bekas muridnya ke MUI Jabar pada Senin 20 Juni lalu.

Rekomendasi