Beberapa wilayah di Jawa Tengah sedang tertimpa bencana. Banjir dan longsor menjadi bencana kerap melanda sebagian daerah. Puluhan korban meninggal akibat kejadian ini.Banjir dan longsor itu terjadi di dua tempat, Purworejo dan Kebumen. Untuk di Purworejo, bencana longsor terjadi di Desa Karangrejo, Desa Donorati dan Desa Jelok. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menegaskan pihaknya bakal memprioritaskan evakuasi para korban."Fokus utama dalam kegiatan tanggap darurat adalah pencarian dan evakuasi korban longsor dan banjir di Purworejo, Jawa Tengah," tegas Willem, Senin (20/6) kemarin.Willem menyatakan tantangan tanggap darurat di Kabupaten Purworejo adalah medan bencana longsor cukup berat. Apalagi banyak korbn ternyata bukan warga setempat."Selain berbukit, areal terdampak bencana juga demikian luas. Sebagian korban juga bukan warga setempat serta tidak ada saksi hidup yang bisa memastikan jumlah korban. Sehingga menyulitkan proses identifikasi," ujarnya.Akibat kejadi ini, tercatat sebanyak 44 warga tewas dan sampai saat ini hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor.Selnajutnya, bencana alam di Kebumen. Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, kemarin, merilis data bencana banjir, angin dan tanah longsor terjadi di 14 desa.Meliputi Desa Bumiagung, Jatiroto, Wagirpandan, Kretek, Jatiluhur, Redisari dan Wonoharjo di Kecamatan Rowokele. Sementara untuk Kecamatan Sempor meliputi Desa Sampang, Redisari, dan Jatiroto. Selanjutnya di Kecamatan Buayan meliputi Desa Jintung, Kalipoh, Kalibangkang, serta Purbowangi.Dari inventarisasi yang dilakukan, tercatat sebanyak 26 rumah rusak yang terdiri dari satu rumah rusak total, 14 rusak berat, 5 rumah rusak sedang serta 6 rumah rusak ringan.Jumlah korban jiwa meliputi tujuh orang meninggal satu di antaranya terbawa arus dan enam lainnya diduga tertimbun tanah. Hingga saat ini, baru dua korban yang berhasil dievakuasi. Akibat kejadian iin, Kebumen menetapkan wilayahnya sebagai darurat bencana.Belum habis sampai di situ, wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, juga mengalami bencana alam angin puting beliung. Puluhan pohon tumbang dan menghalangi jalan terjadi di Desa Kenep, Kecamatan Nguter. Di sana, sebuah pohon berukuran cukup besar tumbang hingga menimpa SD Negeri Kenep 3 dan menutup akses jalan.Kepala Markas PMI, Ismoyo Sidiq mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun satu ruangan di SD Kenep 3 rusak pada bagian atap karena tertimpa pohon. "Beruntung semua selamat, tidak ada korban jiwa. Tadi ada laporan, tiga pohon yang tumbang dan menutup jalan, kita langsung lakukan evakuasi," ujar Ismoyo.Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sukoharjo, Margono mengatakan, selain di Desa Kenep, sejumlah pohon tumbang juga terjadi di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, tepatnya di Jalan raya Solo-Sukoharjo.
Duka untuk Jawa Tengah
Puluhan korban meninggal akibat kejadian ini.
Rekomendasi