SBMPTN di Bandung dan Tasikmalaya diawasi 4.608 pengawas

Jumlah pengawas 1 berbanding 10 dengan peserta.

Iman Herdiana
Oleh Iman Herdiana - Reporter
SBMPTN di Bandung dan Tasikmalaya diawasi 4.608 pengawas
SBMPTN 2015. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Hari ini ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 dimulai secara nasional. Di Panitia Lokal 34 Bandung, ujian digelar di dua Subpanitia Lokal, yakni Bandung dan Tasikmalaya.Untuk mengawasi jalannya ujian SBMPTN 2016, Panitia Lokal 34 Bandung menurunkan 4.608 pengawas. Mereka terbagi di Subpanitia Lokal Bandung sebanyak 4.308 pengawas dan SubPanitia Lokal Tasikmalaya 300 orang.Sekretaris Eksekutif 1 Panitia Lokal 34 Bandung SBMPTN 2016, Asep Gana Suganda mengatakan jumlah pengawas 1 berbanding 10 dengan peserta."Menurut standar panitia nasional, jumlah pengawas 1 banding 20 peserta. Tapi pengawas kami 1 banding 10 peserta," kata Asep, dalam jumpa pers di Kampus ITB, Bandung, Selasa (31/5).Unsur pengawas terdiri dari dosen, mahasiswa, hingga guru. Ia menegaskan, dengan jumlah pengawas tersebut diharapkan penyelenggaraan SBMPTN lancar. "Jadi kalau di dalam ruangan ada 20 peserta, jumlah pengawasnya 2 orang," katanya.Para pengawas tersebut bertugas mengawasi penyelenggaraan SBMPTN yang tersebar di 2.304 ruangan di 233 lokasi dengan rincian 218 lokasi di SubPanitia Lokal Bandung dan 15 lokasi di SubPanitia Lokal Tasikmalaya.Target peserta SBMPTN di Panitia Lokal 34 Bandung sebanyak 41.800 peserta. Menurut data terkini, jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 46.056 orang.Dari jumlah tersebut, ada 12 peserta berkebutuhan khusus yang terdiri dari delapan tuna netra, satu tuna rungu, dan tiga tuna daksa. Tadinya, ada peserta yang sakit dan akan tetap melaksanakan ujian SBMPTN di dalam mobil ambulans. Namun peserta yang sakit Demam Berdarah Dangue itu batal mengikuti ujian karena kondisi yang tak memungkinkan."Yang ambulans tak jadi karena dokter tidak rekomendasikan untuk ikut ujian," kata Sub Humas SBMPTN 2016 Soni A Nulhaqim.

Rekomendasi