KPK resmi tahan lima tersangka OTT suap PN Kepahiang

Kelima tersangka ditahan di Polres Jaksel, rutan Salemba, Polres Jakpus, dan rutan Cipinang.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
KPK resmi tahan lima tersangka OTT suap PN Kepahiang
Ilustrasi KPK. ©2015 Merdeka.com

Lima tersangka penerima dan pemberian suap terkait korupsi penyalahgunaan honor dewan pembina Rumah Sakit Muhammad Yunus resmi ditahan. Penahanan dilakukan selama dua puluh hari ke depan."Penahanan untuk ES di Polres Jaksel, SS rutan Salemba, T Polres Jakpus, JP KPK C1, BAB rutan Cipinang," ujar pelaksana harian kabiro humas KPK, Yuyuk Andriati Selasa (24/5).Seperti diketahui KPK melakukan operasi tangkap Senin (23/5) terhadap lima orang di antaranya ketua pengadilan negeri Kepahiang Janner Purba (JP), Hakim Pengadilan Negeri Kota Bengkulu Toton (TN), Panitera PN Kota Bengkulu Badarudin Bacshin (BAB), mantan Kabag Keuangan Rumah Sakit Muhamad Yunus Syafei Syarif (SS) mantan wakil direktur keuangan RS MY Edi Santoni (ES).Dari hasil tangkap tangan tersebut KPK menyita Rp 150 juta di rumah dinas Janner Purba. "Iya diduga untuk mempengaruhi putusan agar bebas," kata pelaksana harian kabiro humas KPK, Yuyuk Andriati Selasa (24/5). Dia juga mengatakan, dalam proses tangkap tangan, KPK turut dibantu Polda Bengkulu dan Polres Kepahiang. Akibat perbuatannya kelima tersangka dikenakan pasal sebagai berikut: Untuk pemberi ES dan SS disangkakan melanggar pasal 6 ayat 1 atau pasal 6 ayat 1 huruf a atau b dan atau pasal 13 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 kuhp jo pasal 64 ayat 1 kuhp.Sedangkan bagi penerima yakni Jenner Purba dan Toton disangkakan pasal 12 huruf a atau b atau c atau pasal 6 ayat 2 atau pasal 11 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 kuhp jo pasal 64 ayat 1 kuhp.Untuk tersangka BAB (Badarudin Amsori Bachsin) disangkakan pasal 12 huruf a atau b atau c atau pasal 6 ayat 2 atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 kuhp jo pasal 64 ayat 1 kuhp.

Rekomendasi