Prestasi Sony Sandra tergerus aib

Namanya pernah harum di jagat sepakbola nasional. Dia perkasa di bawah mistar gawang Persik Kediri.

Aryo Putranto Saptohutomo
Prestasi Sony Sandra tergerus aib
Sidang Soni Sandra. ©2016 Merdeka.com/imam mubarok

Nama Sony Sandra (63) tiba-tiba menyeruak ke jagat berita nasional. Perbuatannya membikin gempar Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dia terbukti mencabuli sejumlah anak.Majelis hakim pada Pengadilan Negeri Kota Kediri menghadiahkan putusan sembilan tahun penjara kepada Sony Sandra, Kamis (19/5). Sony juga didenda Rp 250 juta subsider empat bulan penjara.Vonis dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Purnomo Amin Tjahjo, dan Hakim Anggota Rahmawati serta Daru Swastika Rini, pada pukul 14.40 WIB. Berkas putusan itu setebal kurang lebih 150 halaman.Hakim menyatakan, Sony Sandra sengaja melakukan atau membujuk anak melakukan persetubuhan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 65 ayat 1 KUHPidana.Kondisi meringankan Sony antara lain karena status sosialnya, sering sakit-sakitan, dan faktor umur.Vonis hakim lebih ringan empat tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Mereka menuntut 13 tahun penjara dan denda 250 juta.Kasus ini bermula adanya dari pengaduan ke polisi pada 16 April 2015. Pelapor adalah ibu korban SP, warga Jagalan Kecamatan Kota Kediri.

Dia menyatakan Sony mencabuli anak-anak dengan korban masing-masing AK(15), IY (16), NA (16).Sony membujuk korbannya supaya mau disetubuhi. Perbuatan itu dilakukan pada Juli 2014 sampai April 2015. Setiap melampiaskan nafsu, Sony selalu mengajak dua korban ke hotel buat disetubuhi secara bergantian, kemudian diberikan imbalan sebesar Rp 400 ribu.Perkara Sony bukan cuma itu. Selepas vonis di Pengadilan Negeri Kota Kediri, PN Kabupaten Kediri akan membacakan putusan pada Senin (23/5) pekan depan.Kasus kedua ini merupakan tindak lanjut laporan Ike Liliani, warga Jalan Ngadisimo, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri, ke Polres Kediri Kota pada 4 Juli 2015. Dia melaporkan soal persetubuhan terhadap anak dilakukan Sony Sandra alias Koko, kepada empat orang anak, yakni A (16), MR (17), AP (13) dan CA (16).


Setelah diusut, Sony Sandra terbukti mencabuli sejumlah anak. Dia melakukan itu sejak Juli 2014 sampai April 2015. Setiap melampiaskan nafsunya, dia selalu mengajak dua anak. Setelahnya, setiap korban diberi imbalan uang sebesar Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu. Bahkan, jika sang anak masih perawan, Sony memberi uang hingga Rp 1 juta. Namun, putusan itu ternyata tidak memuaskan jaksa. Mereka pun mengajukan banding.Ternyata di masa lalu, Sony pernah merumput. Dia adalah mantan skuat Timnas U-19 saat menjuarai Piala Asia Junior pada 1961.Kabarnya, kemahiran Sony Sandra bermain sepakbola mirip Evan Dimas, dengan posisi sebagai gelandang. Sony yang keturunan Tionghoa ini meniti karir bersama Hardi Purnomo, Sutrisno, dan Andjiek Ali Nurdin di Persik Kediri.Di awal karirnya, Sony Sandra bermain bagi Hizbul Wathan Kediri. Namun oleh seorang pengusaha kaya asal Jombang, Haji Affandi, Sony Sandra direkrut membela Hizbul Wathan Jombang.Bersama dengan Andjiek, Sony kemudian dipanggil membela Timnas Junior di bawah asuhan pelatih Toni Pogacnik dan Djamiat Dahlar. Usai menjuarai Piala Asia Junior bersama timnas U-19, karir Sony meredup.Uniknya, Sony kemudian beralih posisi dari seorang gelandang menjadi seorang kiper. Berbeda dengan Adjiek yang hijrah ke Surabaya, Sony memilih menetap di Kediri. Bersama Persik Kediri, Sony semakin tenar sebagai seorang kiper. Dia pun menjadi andalan Persik di dekade 1970-an sampai 1980-an.Ada banyak cerita tentang Sony. Sebagai seorang kiper, Sony sulit ditaklukkan sampai saat penalti. Hal itu membuatnya jadi legenda hidup Persik. Saat sedang tenar, orang-orang mengenal Sony dengan julukan Tsing Tseng.Di akhir karirnya, Sony memutuskan hengkang dari Persik dan mengelola sebuah klub baru, yaitu Persedikab Kediri. Saat ini, Sony tinggal di Kediri sembari fokus menangani bisnisnya di bidang konstruksi. Dia pun memiliki sebuah sekolah sepakbola bernama Triple S. Namun, seolah seluruh prestasinya terhapus lantaran perbuatannya itu.

Rekomendasi