Penggusuran Dadap rusuh, Ahok sindir karena bupatinya bukan dia

Dia melihat gejolak perlawanan muncul karena kebijakan penataan tidak dibarengi kompensasi.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Penggusuran Dadap rusuh, Ahok sindir karena bupatinya bukan dia
warga dadap ngamuk. ©2016 merdeka.com/mitra ramadhan

Ratusan warga bermukim di lokasi prostitusi dan sekitar Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, melakukan perlawanan atas rencana Pemerintah Kabupaten Tangerang. Mereka yang sebelumnya setuju dengan rencana Pemkab Tangerang membangun pusat kajian Islam di lokasi, saat ini justru berbalik dan menolak usulan itu.

Kondisi ini berbeda ketika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menertibkan kawasan prostitusi Kalijodo beberapa waktu lalu. Saat itu penggusuran berjalan lancar karena Ahok dibantu aparat keamanan baik polisi maupun TNI.

Ahok pun bergurau, perlawanan warga Dadap menolak penggusuran karena faktor kepala daerah.

"Dadap itu salah satu, Bupati-nya bukan Ahok. Kalau Bupati-nya Ahok banyak yang bantuin," tutur Ahok sambil tertawa saat ditemui ketika meninjau ujian nasional di SD Santa Maria, Jakarta Pusat, Senin (16/5).

Dia melihat gejolak perlawanan muncul karena kebijakan penataan yang dilakukan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar tidak seperti dilakukan Ahok. Maksudnya, penataan kawasan seharusnya dibarengi dengan kompensasi untuk warga.

"Saya tanya di Dadap ada yang ribut enggak? Di Dadap kagak kasih Rusun, KJP, bus gak ada," katanya.

Menurutnya, warga Dadap tidak mendapatkan bantuan apapun dari siapapun setelah adanya penggusuran.

Rekomendasi