DPRD geram, pemilik rumah radio Bung Tomo hanya kirim perwakilan

"Yang kami undang itukan pimpinannya. Jadi, tidak seperti ini, ngambang tidak ada penjelasan langsung dari pimpinan."

Bruriy Susanto
Oleh Bruriy Susanto - Reporter
DPRD geram, pemilik rumah radio Bung Tomo hanya kirim perwakilan
Rumah radio Bung Tomo. ©2016 Merdeka.com/Masfiatur Rochma

Hearing yang dilakukan Komisi C DPRD Kota Surabaya dengan membahas bangunan cagar budaya rumah radio Bung Tomo, Jalan Mawar No 10, Surabaya, mengejutkan semua anggota yang ada dalam ruangan tersebut.Sebab, Manajer PT Jayanata Lilik, yang mewakili perusahaannya mengaku, kalau tempat bangunan yang sudah dirobohkan kini rata jadi tanah itu bakal akan dibangun. Tapi, bukan untuk direnovasi, melainkan rumah tinggal."Yang saya tahu, rumah Jalan Mawar No 10 itu akan dibangun untuk rumah anak pimpinan kami. Hanya itu saja yang saya tahu," terang Manajer PT Jayanata Lilik, Selasa (10/5/2016).Mendengar pengakuan itulah semua anggota Komisi C langsung geram, langsung menanyakan ke mana pimpinannya."Yang kami undang itukan pimpinannya. Jadi, tidak seperti ini, ngambang tidak ada penjelasan langsung dari pimpinan. Hanya bawahan yang tidak bisa berikan keputusan," teriak Ketua Komisi C Syaifudin Zuhri."Pimpinan ada halangan, tidak bisa hadir. Jadi saya mewakili dari perusahaan, sebagai itikad undangan untuk datang," jawab Lilik.Dari pertemuan itupun juga tidak menemukan titik terang. Bahkan sempat terjadi ketegangan, karena anggota dewan dari Komisi C DPRD Kota Surabaya juga menyalahkan Pemerintahan.Sebab, surat rekomendasi yang dikeluarkan mengenai penetapan bangunan cagar budaya ada yang aneh. "Ini kok bisa IMB tidak sesuai dengan kontruksi bangunannya. Ada apa ini sebenarnya," tandas Zuhri.

Rekomendasi