Seperti ini tampilan baru gerobak milik Sujono

Sujono setiap hari berkeliling Kota Malang sambil membawa gerobak kesayangannya.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Seperti ini tampilan baru gerobak milik Sujono
Sujono penarik gerobak di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Ada pemandangan baru dengan penampilan Sujono atau Sujoko (71), penarik gerobak penuh sampah yang sudah puluhan tahun keliling Kota Malang. Kini sampah-sampah yang biasa ditariknya, berubah menjadi sebuah kotak, yang berisi beberapa keranjang plastik.Kotak peti warna biru menjadi pengganti gerobak yang selama ini ditarik Pak Su. Kota tersebut terselimuti sebuah terpal warna hitam, sementara di bagian bawah kotak terlihat beberapa keranjang plastik yang berjajar.Kendati sederhana terlihat gerobak itu lebih bersih dan ringan dibanding sebelumnya. Pak Su pun terlihat tak keberatas saat menjalani 'putaran' hidupnya.Sementara tali pengikat yang biasa dikaitkan dengan tubuhnya, kini terbungkus slang air. Sehingga ketika gerobak itu ditarik, tidak menimbulkan luka atau rasa sakit yang diakibatkan gesekan tali.Bahkan kertas koran yang biasa digunakan menahan antara dagu dan leher sudah tidak tampak lagi. Gerobak baru terlihat lebih ringan saat dibawa oleh Pak Su."Ini dikasih orang, lebih ringan. Gerobak yang lama rusak, banyak bagian yang patah. Saya buang," kata Pak Su saat ditemui merdeka.com, Selasa (10/5).Namun saat ditanya tentang orang yang memberikan gerobak barunya itu, Pak Su hanya menunjuk sebuah mal eletronik di Malang. Dia mengaku tidak kenal dengan orang tersebut.Tidak juga ditemukan tulisan apapun di gerobak, kecuali sebuah nomor seri kendaraan AE 5485 SN. Gerobak itu sekitar seminggu lalu diterima Pak Su."Sekitar seminggu lalu, digunakan untuk tempat pakaian ganti," katanya.Saat dikonfirmasi tentang gerobak tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang melalui Kepala Seksi (Kasie) Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial Kota Malang, Kunaryo mengaku tidak tahu menahu."Tidak mas, kami belum melakukan advice, bukan kami," kata Kunaryo saat dikonfirmasi.Hanya saja, pihaknya sebelumnya pernah dua kali gagal melakukan evakuasi. Penyebabnya yang bersangkutan menolak saat diajak petugas.Sujono selalu berjalan-jalan dengan gerobak kesayangannya keliling Kota Malang. Kebiasaan itu sudah dilakukannya sejak puluhan tahun lalu.Sehari-hari selalu menyusuri jalanan Kota Malang dengan gerobak yang dikaitkan ke tubuhnya. Ke mana pun pergi, seolah gerobak itu tidak pernah lepas dari tubuhnya.Sosok Pak Su yang terlihat berat menarik gerobaknya, mengundang rasa kasihan siapa saja yang melihat. Saking beratnya, lipatan koran tebal digunakan menahan antara dagu dan dadanya.

Rekomendasi