Warga di Gorontalo pakai kotoran ternak untuk masak & sumber listrik

Biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi ini sangat membantu ketika terjadi krisis elpiji di Gorontalo tahun 2014.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Warga di Gorontalo pakai kotoran ternak untuk masak & sumber listrik
Ilustrasi peternakan sapi. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Pemerintah Provinsi Gorontalo mengembangkan sumber energi terbarukan yakni biogas dari kotoran ternak di lima kabupaten yakni Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Pohuwato, Gorontalo Utara dan Boalemo.

Sekretaris Dinas Kehutanan, Pertambangan dan ESDM Rugaya Biki mengatakan program itu dimulai dari Kawasan Pertanian Terpadu seperti Kecamatan Taluditi, Kecamatan Sumalata dan Kecamatan Wonosari.

Di daerah itu, sambung Rugaya, biogas yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai sumber listrik, serta untuk keperluan memasak sehari-hari.

"Dinas peternakan menyalurkan bantuan sapi ke beberapa kelompok peternak yang sudah terdata. Kemudian mereka diwajibkan mengkandangkan sapinya agar kotoran bisa ditampung. Dinas Kehutanan yang menyediakan peralatan mengolah biogas," terangnya.

Menurutnya, bantuan dari Dinas Kehutanan disalurkan secara perorangan kepada peternak yang memiliki potensi biogas. Sementara Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah (BLHRD) menyalurkan pengolah biogas kepada kelompok peternak.

"Sejumlah petani dan peternak tekun mengembangkan sumber energi ini. Karena biogas yang dihasilkan skala kecil sangat membantu ketika terjadi krisis elpiji di Gorontalo tahun 2014," ungkapnya dilansir dari Antara.

Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari penguraian bahan organik misalnya kotoran sapi, oleh mikroorganisme dalam keadaan anaerob atau tanpa oksigen.

Selain biogas, beberapa sumber listrik dari energi terbarukan juga dibangun yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro (PLTMH), dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

Beberapa potensi energi terbarukan yang belum dimanfaatkan di daerah itu adalah panas bumi dan angin.

Rekomendasi