Hindari kawasan kumuh, Pemkab Karangasem buka bank sampah

Pembuatan bank sampah sebagai upaya untuk mendorong pengelolaan sampah secara mandiri.

Dwajareka
Oleh Dwajareka - Reporter
Hindari kawasan kumuh, Pemkab Karangasem buka bank sampah
Bupati Karangasem buka bank sampah. ©2016 Merdeka.com/Dwajareka

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem, Bali terus berbenah untuk menghilangkan kesan kumuh di Kota Amlapura. Salah satunya ialah dengan meluncurkan program bank sampah yang nantinya menyasar hingga tingkat desa.

Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengatakan, pembuatan bank sampah sebagai upaya untuk mendorong pengelolaan sampah secara mandiri.

"Kita fokuskan dulu diwilayah perkotaan. Diawali pembentukan manajemen bank sampah unit di tingkat sekolah, tempat kerja, pasar serta lingkungan perumahan terkecil," ujarnya.

Menurut Mas Sumatri, pembuatan bank sampah merupakan salah satu strategi dalam upaya mengembangkan dan membangun kepedulian masyarakat.

"Kita upayakan sampah bisa bermanfaat bagi ekonomi masyarakat. Tentu dengan catatan bank sampah harus diintegrasikan dengan gerakan 3R (Reduce, Reuse Recycle)," jelasnya.

Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih, Mas Sumatri mengimbau kepada segenap komponen masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif menjadi anggota bank sampah baik di lingkungan perkantoran, sekolah dan perumahan, sehingga budaya pemilahan sampah bisa terwujud serta persoalan sampah bisa teratasi mulai dari sumbernya

Dipihak lain, Kepala BLH Kabupaten Karangasem I Komang Agus Sukasena, Senin (25/4) mengatakan, sejak dimulai ujicoba per tanggal 15 Maret 2016 lalu, bank sampah sentral Amlapura telah memiliki keanggotaan sebanyak 600 nasabah perorangan serta 23 nasabah kelompok/ bank sampah unit dari lingkungan SKPD dan sekolah.

“Limbah sampah unorganik yang sudah tercatat ditampung sebanyak 2.517 kg setara dengan nilai Rp 2,5 Juta,” jelas Agus Sukasena.

Rekomendasi