Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal Agus Supriatna mengaku tidak ada pesawat yang bisa mengawal wilayah alur laut kepulauan Indonesia (Alki) 1 yang membentang di atas Selat Malaka. Maka dari itu dibutuhkan minimal empat pesawat untuk dapat mengawasi wilayah tersebut."Kalau kita berpikir ideal, kita bisa membayangkan berapa luas wilayah kita. Alki satu saja sudah luas. Berarti minimumnya saja sudah membutuhkan 4 pesawat," kata Agus.Dia menyampaikan ini dalam seminar "Meningkatkan Peran TNI Angkatan Udara Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia" di Klub Eksekutif Persada Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (25/4).Agus menyatakan pihaknya membutuhkan sekitar satu skadron pesawat yang berjumlah 12 hingga 16 Alutsista udara. "Adanya tiga wilayah Alki ini, ya kita membutuhan minimalnya satu skadron," tuturnya.Dia mengatakan TNI AU di masa lalu memang memiliki pesawat tipe amfibi yang digunakan untuk berpatroli, kebutuhan SAR dan pemadaman kebakaran hutan."Masalah hasil pesawatnya apa, nanti tanyakan ke Kemhan. Kalau kita hanya spesifikasi teknis. Kalau kita membutuhkan seperti ini, kebutuhannya seperti ini. Kita pernah punya pesawat amfibi," tuturnya.Sekarang ini, dia mengungkapkan, TNI AU hanya dapat mengirimkan spesifikasi teknis (spektek) sesuai kebutuhan prajurit matra udara. "Kita menyerahkan sepenuhnya pengadaan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan)," ucapnya.Maka dari itu dengan seminar Nasional Kedirgantaraan, Agus berharap dapat mengkaji kekuatan Angkatan Udara dalam mendukung poros maritim dunia.
Kasau mengaku butuh empat pesawat untuk awasi wilayah laut
Agus menyatakan pihaknya membutuhkan sekitar satu skadron pesawat yang berjumlah 12 hingga 16 Alutsista udara.
Advertisement
Rekomendasi