Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyebut bahwa penanganan banjir di Jakarta lebih mudah ketimbang daerah lain seperti Bekasi."Banjir semua sebenarnya persoalan sama, yaitu berkurangnya fungsi resapan atau tandon-tandon air," kata Rahmat saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (22/4).Menurut dia, lahan resapan tersebut banyak berubah menjadi lahan hunian akibat kebutuhan dan perkembangan kota. Persoalan itu, kata dia, dimulai sejak tahun 1980-an."Dampak yang ditimbulkan, menyempitnya saluran drainase sekunder dan tersier. Akhirnya saluran itu tidak sebanding dengan curah air hujan yang turun," ujarnya.Mengenai pernyataan Ahok yang menyebut penanganan banjir lebih mudah di Jakarta, Rahmat membenarkan. Sebab, anggaran daerah yang tersedia di Jakarta jauh besar dibanding dengan Kota Bekasi. Di Jakarta APBD mencapai Rp 70 triliun, sedangkan Kota Bekasi hanya Rp 4 triliun."Oleh karena itu, DKI punya kewajiban terhadap daerah mitra untuk berbagi, melalui dana hibah," kata dia.Sehingga dana itu bisa dipakai untuk membangun infrastruktur menanggulangi banjir, seperti pembuatan saluran, polder air, pompa, dan sebagainya seperti yang dilakukan di Jakarta.
Ini tanggapan Wali Kota Bekasi soal pernyataan Ahok terkait banjir
Ahok menyebut bahwa penanganan banjir di Jakarta lebih mudah ketimbang daerah lain seperti Bekasi.
Advertisement
Rekomendasi