PT Jasa Marga tutup saluran drainase penyebab banjir tol Cikampek

Area penampungan yang ada tidak mampu menampung air kiriman dari kawasan milik pengembang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PT Jasa Marga tutup saluran drainase penyebab banjir tol Cikampek
Banjir Tol Cikampek. ©2016 merdeka.com/adi nugroho

Banjir di KM 35 Tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, ternyata disebabkan salah satunya dari saluran drainase milik pengembang kawasan super blok Orange County. PT Jasa Marga selaku pengelola tol telah memerintahkan saluran itu ditutup."Saluran yang telah ditutup oleh pengembang tidak diperkenankan untuk dibuka kembali," kata juru bicara PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Iwan Abrianto, Senin (18/4).Sebab, kata dia, bila tak ditutup, akan berpotensi timbulnya luapan air di jalan tol akibat saluran drainase yang ada tidak dapat menampung debit limpasan air dari catchment area kawasan."Pihak pengembang bersedia mematuhi hal ini dan akan melakukan kajian atau evaluasi sistem drainase di wilayah Gerbang Tol Cibatu," ujarnya.Kajian itu, kata dia, untuk menentukan besaran debit air yang masih mampu ditampung oleh saluran samping tol milik PT Jasa Marga. Evaluasi ini melibatkan PT Jasa Marga sehingga diharapkan solusi dari kajian tersebut berdampak positif bagi tol.Selain itu, dalam rapat di lokasi banjir, pIhak pengembang bersama-sama dengan PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek akan melakukan evaluasi dan pembersihan saluran di samping tol."Pengembang bersedia memberikan bantuan tenaga maupun alat apabila dibutuhkan untuk pelaksanaan pembersihan," ujar dia.Seperti diketahui, di kilometer tersebut sudah dua kali terjadi peristiwa banjir. Pertama pada 16 Februari lalu dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter, akibatnya gerbang tol sempat ditutup, dan hanya jalur cepat yang dapat dilalui.Berikutnya pada Kamis malam pekan lalu air menggenang 20 sentimeter. Meski tak setinggi sebelumnya, namun sempat membuat kepadatan arus lalu lintas.

Rekomendasi