Demo hari kedua tolak pabrik semen, kotak kayu 9 Kartini dicor ulang

Para petani dari Gunung Kendeng meminta bertemu Presiden Jokowi.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Demo hari kedua tolak pabrik semen, kotak kayu 9 Kartini dicor ulang
Petani semen kaki di depan Istana. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Aksi sembilan 'Kartini Gunung Kendeng', Jawa Tengah yang menolak pembangunan pabrik semen di kampungnya akan kembali digelar di Istana Negara, Jakarta. Sekitar pukul 13.00 WIB mereka terlihat berangkat dengan menggunakan mobil bak dibantu oleh pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Aksi lanjutan ini digelar karena aksi yang pertama kemarin di lokasi yang sama, belum mendapat tanggapan dari Presiden Joko Widodo. Rieb Ambarwati (32), salah seorang Kartini Gunung Kendeng itu mengatakan aksi ekstrem ini akan terus digelar sampai Presiden Jokowi berkenan mendengarkan dan mencari jalan keluar atas masalah ini. "Agar Pak Jokowi mau nemuin kita. Kalau belum ditemuin Pak Jokowi kita begini terus. Semoga Pak Jokowi dengerin kita," kata Rieb di LBH Jakarta, Rabu (13/4).Berdasarkan pantauan, sebelum berangkat ke Istana, kotak kayu berukuran 100x30 sentimeter yang mereka gunakan kembali dicor oleh semen. Karena, semen yang membelenggu kaki mereka terlihat ada yang sudah retak dan renggang. Setelah di cor semen basah, satu persatu perempuan dari Kendeng ini diangkat ke atas mobil. Butuh setidaknya 4 orang untuk mengangkat satu perempuan ke atas mobil. Untuk diketahui, dalam aksi ini ada sekitar 12 orang yang turut serta. Adapun 9 orang yang kakinya dicor dan 3 lainnya membantu segala aktivitas mereka. Mereka berasal dari Purwodadi, Pati, dan Rembang. Kesembilan perempuan itu adalah Supini, Surani, Rieb Ambarwati, Deni, Ngadinah, Sukinah, Karsupi, Murtini dan Surani.

Rekomendasi