Bahas soal Fortuner baru, Ketua DPRD Jabar gelar rapat pimpinan

"Penolakan masyarakat akan jadi pertimbangan."

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Bahas soal Fortuner baru, Ketua DPRD Jabar gelar rapat pimpinan
Demo tolak Fortuner untuk anggota DPRD Jabar. ©2016 Merdeka.com

Permintaan sejumlah anggota DPRD Jawa Barat yang ingin mengganti mobil dinas mereka menjadi Toyota Fortuner masih menuai polemik. Para anggota dewan beralasan jika mobil dinas mereka yang lama yakni Toyota Rush sudah tak laik pakai untuk menjangkau sejumlah daerah terpencil. Namun, permintaan itu dianggap telah melecehkan serta menyakiti rakyat di mana saat ini masih banyak wong cilik yang hidup di bawah garis kemiskinan.Terkait pelbagai penolakan itu, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi mengaku bakal menggelar rapat pimpinan (rapim)."Belum tahu (keputusannya) karena belum rapim. Insya allah besok (kita gelar rapim)," kata Ineu, di Kantor Bappeda Jabar, Kota Bandung, Selasa (12/4).Dalam rapat nantinya akan diputuskan apakah pembelian mobil dinas senilai Rp 50 miliar akan direalisasikan atau tidak. Yang pasti DPRD Jabar akan mendengar setiap aspirasi dari pihak manapun. Penolakan masyarakat juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam rapim hari ini."Penolakan masyarakat akan jadi pertimbangan," katanya.Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta agar mobil dinas bagi para dewan tidak menjadi prioritas. Alokasi pembelian mobil baru lebih baik ke hal yang lebih terasa langsung pada masyarakat.Ineu menganggap wajar jika Mendagri sampai menyampaikan demikian. Dia mengaku, Tjahjo ingin melihat secara langsung kondisi mobil dinas yang ada saat ini."Pak Tjahjo pada dasarnya ingin melihat secara langsung fisik yang dilaporkan (kondisi mobdin) itu lebih baik," ucapnya.Seperti diketahui, rencana pembelian mobil mewah untuk para wakil rakyat mengemuka saat sejumlah anggota DPRD Jabar melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Gedung Pakuan.Dalam pertemuan itu, Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir mengajukan usulan pembelian mobil baru untuk 100 anggota dewan. Pasalnya mobil dinas yang saat ini digunakan telah banyak yang rusak.Selain itu, Syahrir juga menilai anggota dewan itu setara dengan pejabat eselon II di lingkungan Pemprov, maka wajar jika anggota dewan mendapat mobil yang lebih bagus dari sebelumnya.Saat ini, para wakil rakyat menggunakan dua jenis mobil berbeda, yakni Toyota Rush dan Kijang Innova. Sementara pimpinan DPRD menggunakan mobil dinas mewah jenis Toyota Camry yang harganya dibanderol di atas Rp 750 juta.

Rekomendasi