Punya koneksi petinggi polisi-TNI jadi 'senjata' ampuh saat ditilang

Ngaku punya beking di TNI dan Polri diharapkan bisa bebas dari jeratan razia petugas.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Punya koneksi petinggi polisi-TNI jadi 'senjata' ampuh saat ditilang
ilustrasi tilang sepeda motor. ©2013 Merdeka.com

Ditilang polisi terkadang jadi hal menjengkelkan bagi sejumlah orang. Sebabnya, dalam sejumlah temuan di lapangan banyak polisi nakal yang bikin 'razia-raziaan' guna menjebak pengendara lalu minta uang damai.Sebagian masyarakat lebih baik memberikan uang damai ketimbang ditilang. Namun, banyak juga yang memilih ditilang ketimbang harus memberi uang ke polisi nakal tersebut.Tak jarang pula orang yang diberhentikan polisi mengandalkan koneksi mereka. Apalagi jika koneksi tersebut pangkatnya lebih tinggi dari polisi yang memberhentikan.Salah satu warga, Koko, mengakui kerap menggunakan nama ayahnya yang merupakan perwira TNI di Kostrad. Pernah suatu ketika Koko sedang membawa mobil lalu diberhentikan polisi."Ya tinggal telepon ayah terus nanti ajudannya yang ngurusin. Atau ngomong sama polisinya langsung terus ya udah disuruh jalan," kata Koko bercerita kepada merdeka.com, Sabtu (9/4).Atau saat melihat alamat di KTP, polisi sudah tahu kalau Koko merupakan anak anggota. Polisi pun sering menjadi sungkan."Tapi kalau temen yang kena tilang enggak mungkin gue bantuin," ucapnya.Hal senada juga diakui oleh Dimas. Dia mempunyai koneksi perwira menengah di Polda Metro Jaya.Namun, dalam menggunakan koneksi Dimas tak bisa seenaknya. Dimas memakai koneksinya jika diberhentikan oleh polisi nakal yang mencari cari kesalahan atau menggelar razia tidak resmi."Ya kalau gue salah ya sudah ditilang enggak ada masalah. Malah malu kalau kita salah terus minta bantuan koneksi kita itu," ucapnya.

Rekomendasi