Teka-teki kebakaran Pasar Badung

Dugaan sabotase belum bisa dibuktikan.

Aryo Putranto Saptohutomo
Teka-teki kebakaran Pasar Badung
Pasar Badung Kumbasari kebakaran. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Kebakaran di Pasar Badung, Kumbasari, Denpasar, masih menyisakan teka-teki. Pasar tradisional terbesar di Denpasar ini hangus usai dilalap si jago merah pada 29 Februari lalu.Bahkan perlu dua hari buat memadamkan api mengamuk di sana. Aroma tak sedap sempat muncul. Selentingan menyebut kebakaran terjadi adalah sabotase lantaran tempat itu akan dipermak menjadi pasar modern.Pengawas PD Pasar Badung, Anak agung Ngurah Yuliarta, menyangkal hal itu."Ada saya dengar dikatakan ini disengaja karena mau dibuat swalayan. Dengan tegas saya sampaikan kepada bapak dan ibu pedagang, seperti apa kata Pak Wali Kota bahwa isu itu tidak benar," kata Yuliarta pada awal Maret lalu.Buat mengungkap penyebab kebakaran, Yuliarta meminta para pedagang menunggu hasil rekomendasi para ahli."Bantuan bangunan untuk relokasi sementara akan dipikirkan. Opsi lainnya, bila rekomendasi akan dibangun kembali, maka hal ini akan harus dibicarakan kembali. Apapun yang jadi keputusan pedagang akan saya sampaikan ke pemerintah," ujar Yuliarta.Perwakilan para pedagang tetap menuntut supaya mereka tidak dipindahkan dari Pasar Badung."Mau dibangun lagi, mau dijadikan apa, mau dirubuhkan. Kami para pedagang tetap minta relokasi pedagang ditempatkan di pasar Badung jangan dibawa ke mana mana. Jika itu tak diindahkan kami semua akan turun," kata Anak Agung Kusuma Wijaya, koordinator pedagang pasar Badung.


Meski telah diselidiki, dugaan soal sabotase juga belum bisa dibuktikan oleh tim laboratorium forensik Denpasar."Kami tidak menemukan tanda-tanda barang berbahaya yang jadi penyebab kebakaran di Pasar Badung. Forensik tidak menemukan adanya bahan kimia di dalam pasar, bahkan kondisi kelistrikan di Pasar Badung juga baik," kata Kepala Laboratorium Forensik Cabang Denpasar, Kombes Pol Koesnadi, kemarin.Menurut Koesnadi, jaringan listrik di Pasar Badung tidak ada masalah. Selain itu tidak ditemukan alat mekanik menghasilkan panas, dan tidak ada bahan kimia."Selama dua hari kami terjun ke pasar Badung, di sana kami tidak menemukan ada barang-barang berbahaya. Hasil abunya juga negatif. Artinya memang tidak ada benda-benda di sana yang menyebabkan api itu muncul," ucap Koesnadi.Koesnadi mengatakan, titik api berawal dari lantai satu. Hal itu dibuktikan dengan melihat kondisi barang-barang di lantai satu hangus. Bahkan, tangga dan besi-besi berada di lantai dasar tingkat kebakarannya sangat tinggi."Kebakaran pasar itu memang berawal dari lantai satu, terlihat dari bangunannya terjadi pengelupasan. Jadi di sana ada empat lantai, dan semuanya habis terbakar tidak ada yang tersisa," ujar Koesnadi.Dari hasil penyelidikan, Koesnadi juga tidak bisa menyimpulkan apakah Pasar Badung sengaja dibakar. "Itu ranahnya sudah masuk dalam penyelidikan dan ditangani oleh penyidik," tambah Koesnadi."Apakah benar sengaja dibakar atau tidak, bisa jadi ada human error. Dia buang puntung rokok atau bagaimana," timpal Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto.

Rekomendasi