Cerita tunanetra asal Bali yang punya segudang aktivitas

Dari hasil kerja kerasnya, dia mampu membiayai adik-adik dan keponakan untuk sekolah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cerita tunanetra asal Bali yang punya segudang aktivitas
Nyoman Arianta. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Nyoman Arianta (45) penyandang tunanetra memiliki banyak aktivitas dalam kesehariannya. Meski tidak punya fisik normal, namun semangat hidupnya tak kalah dengan orang yang memiliki fisik sempurna.Dalam kesehariannya, Arianta melakukan berbagai kegiatan mulai dari pengrajin anyaman, berternak, pemanjat pohon kelapa hingga jadi asisten bengkel radio. Saat ditemui di kediamanya, di Banjar Bukit, Tampaksiring Gianyar Bali
Selasa (5/4), Arianta mengaku tanpa disiplin, dirinya tidak akan bisa mandiri."Semua ini saya kerjakan dengan senang dan semangat. Kalau kita disiplin untuk berjuang, pasti bisa. Saya hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk keluarga yang telah merawat saya," kata Arianta.Beragam aktivitas dijalaninya dimulai sejak bangun pagi sekitar pukul 04.00 WITA. Arianta mewajibkan diri sebagai penanggung jawab dapur keluarga. "Bangun pagi saya langsung memasak nasi dan membuat pakan ternak. Disela itu saya mengupas kelapa, persiapan membikin minyak kelapa," ujarnya.Setelah itu, Arianta menurunkan ayam dari kandang dan membersihkan kandang babi lanjut memberi pakan. Kemudian Arianta memanjat pohon kelapa yang digarapnya untuk menghasilkan tuak. "Dalam sehari, setiap pohon saya panjat tiga kali. Paginya untuk menurunkan tuak, siang pengirisan batang buah dan sorenya mengganti kantong tuak. Belum termasuk pemanjatan pohon kelapa lainnya untuk pemetikan buah yang dilakukan sewaktu-waktu," terangnya.Selain seorang peternak ayam, Nyoman juga pengrajin anyaman yang sangat produktif. Dalam sehari, Nyoman bisa menghasilkan 30 hingga 40 bambu pesanan. Belum lagi, jasa sol sepatunya yang dijalaninya, tak pernah sepi pelanggan. Tak hanya itu, Nyoman ternyata seorang asisten bengkel radio. Tugasnya adalah sebagai pemeriksa kerusakan. Untuk perbaikan ringan, seperti mengganti speaker, travo dan komponen ringan lainnya, mampu digarapnya sendiri. Dari hasil kerja kerasnya, dia mampu membiayai adik-adik dan keponakan untuk sekolah.

Rekomendasi