Kapolri tak akan minta bantuan AS tangkap Santoso

Badrodin tidak mempersoalkan Santoso masuk ke dalam daftar teroris global.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Kapolri tak akan minta bantuan AS tangkap Santoso
Pistol teroris Thamrin. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Amerika Serikat memasukkan Santoso selaku pimpinan kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) ke dalam daftar teroris global. Oleh pemerintah Amerika, Santoso dianggap orang yang bertanggungjawab atas sejumlah pembunuhan dan penculikan beberapa tahun terakhir.Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan tidak akan meminta bantuan kepada Amerika untuk menangkap Santoso. Dia optimis jika Polri bersama dengan TNI mampu meringkus Santoso cs dalam waktu dekat."Tidak ada (minta bantuan). Cukup kita saja," kata Badrodin ‎di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin (28/3).Badrodin tidak mempersoalkan Santoso masuk ke dalam daftar teroris global negara-negara luar, termasuk negara Paman Sam itu. Mengingat, Santoso telah terbukti melakukan aksi teror di tanah air."Iya lingkupnya di kita, ya bagi saya tidak ada masalah mau dimasukkan ke teroris global atau negara lain tidak ada masalah. Karena memang faktanya dia melakukan teror," tegas dia.Badrodin menegaskan, Polri dan TNI tak tinggal diam. Ditegaskan dia sampai saat ini operasi gabungan Tinombala terus dilakukan untuk menangkap Santoso cs."Iya ini kan terus diupayakan untuk bisa tertangkap, kalau bisa lebih cepat lebih baik.‎ Justru operasi kita lakukan dalam rangka dekati itu," pungkasnya.

Rekomendasi