Masih cemari Sungai Krueng Bale, warga Lhoknga demo PT LCI

Mereka meminta perusahaan itu menepati janji tidak mencemari lingkungan lagi.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Masih cemari Sungai Krueng Bale, warga Lhoknga demo PT LCI
Masyarakat Lhoknga demo. ©2016 merdeka.com/afif

Ratusan masyarakat mukim Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, menggelar aksi di depan PT Lafarge Cement Indonesia (PT LCI), Selasa (22/3). Aksi protes dilakukan karena pihak perusahaan mengabaikan tuntutan warga supaya tidak mencemari Sungai Krueng Bale.Masyarakat tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan roda dua dan empat. Kepala Mukim Lhoknga, Zamzami, melakukan 'tepung tawari' sungai Krueng Bale. Setelah itu, sambil dikumandangkan azan oleh Yustika, warga melepaskan benih ikan ke sungai."Ini dilepaskan benih ikan sebagai bentuk protes selama ini sungai ini tercemar limbah. Ikan mati dan sekarang akan hidup lagi ikan di sini," kata juru bicara aksi, Zulfan.Aksi protes ini memang sudah berlangsung lama. Bahkan sekitar dua pekan lalu, warga Lhoknga telah menimbun sungai itu dengan batu, tetapi air bisa mengalir meskipun tidak lancar. Timbunan ini juga bagian dari aksi protes warga karena perusahaan tidak menanggapi tuntutan masyarakat."Kita sudah ingatkan pihak perusahaan berpuluh tahun, kalau mereka menghormati kita, kita akan menghormati mereka," ujar Zulfan.Zulfan melanjutkan, bila pihak perusahaan tidak mengindahkan tuntutan warga, maka pihaknya akan menggelar aksi lagi dengan jumlah massa lebih banyak. Bahkan, dia mengancam akan menutup paksa kegiatan perusahaan bila tuntutannya tidak dilaksanakan oleh perseroan."Sudah sangat lama kami minta perusahaan bertanggung jawab atas tercemarnya sungai ini. Pertama sudah ada kesepakatan akan memberikan pemberdayaan pada masyarakat, termasuk memulihkan kembali sungai itu, tetapi itu tidak terlaksana," ucap Zulfan.Sementara itu, Zamzami mengatakan, Sungai Krueng Bale merupakan milik masyarakat adat. Sebelum perusahaan ini dibangun, sungai ini dijadikan warga sebagai sumber minum ternak dan memandikannya."Apa yang dikatakan ini sungai punya alam, itu salah. Memang semua punya alam, tetapi harus diketahui, ini sungai masyarakat adat," kata Zamzami di depan peserta aksi.Zamzami menyebutkan, sebelum sungai ini tercemar, nelayan sangat mudah mendapatkan ikan di Laut Lhoknga menjadi muara sungai itu. Akan tetapi, sekarang nelayan harus mencari ikan jauh ke tengah laut."Ini karena sungai tercemar, sehingga air laut tercemar dan ikan mati," tutup Zamzami.

Rekomendasi