Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, menceritakan tragedi mengenaskan di ruangan tabung Chamber Pulau Miangas, Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT), RSAL Mintohardjo, pada sore kemarin. Akibat kebakaran itu, empat orang pasien yang sedang menjalani terapi tewas."Itu kebakaran itu chamber untuk terapi hyperbaric. Itu bertekanan tinggi dan memiliki oksigen di dalamnya, makanya terjadi kebakaran di dalam itu, kemudian empat pasien yang sedang terapi di sana terjebak di dalam itu. Karena itu sama kaya panci presto," jelasnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/3)."Setelah itu dibuat tekanan tinggi, seolah-olah di bawah permukaan laut sehingga oksigennya akan memampetkan," tambahnya.Dia menduga kebakaran terjadi karena ada percikan api. "Ada pemantik api, mulai ada oksigen, oksigen yaitu bahan bakar, ada bahan yang dibakar. Otomatis ada kerawanan, ada percikan sangat berbahaya sekali," bebernya."Terbakar 100 persen, sudah diekspos juga kemaren kan," jelas dia.Dia belum bisa memastikan apakah kejadian itu kelalaian dari pihak RSAL. Andai kata ada pihak yang ingin menuntut, dia mempersilakan."Kesimpulan belum selesai penyelidikannya, jadi saya sekali lagi belum berani ambil kesimpulan. Silakan saja menuntut itu hak mereka, nanti ada sebelas saksi, labfor yg tau persisnya," tandasnya.Sebelumnya diketahui, Senin 14 Maret 2016 kebakaran disertai ledakan terjadi di ruangan tabung Chamber Pulau Miangas, Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RS TNI AL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.Dalam peristiwa tersebut, empat orang tewas, yakni, mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol (Purn) R Abubakar Nataprawira dan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo, Edi Suwardi Suryadiningrat dan Dimas Qadar Radityo yang keduanya belakangan diketahui merupakan besan dan adik dari menantu Irjen Pol (Purn) R Abubakar Nataprawira.
Polisi sebut tekanan chamber di RS Mintohardjo seperti panci presto
Dia belum bisa memastikan apakah kejadian itu kelalaian dari pihak RSAL.
Rekomendasi