Pemprov Jabar desak kontraktor antisipasi banjir di Tol Bocimi

Kontraktor diminta memperbaiki tanah-tanah timbunan yang menyebabkan genangan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Pemprov Jabar desak kontraktor antisipasi banjir di Tol Bocimi
Proyek Tol Bocimi. ©2015 Merdeka.com

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendesak pihak pengembang Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) mengantisipasi banjir di lokasi sekitar proyek. Seperti yang terjadi dua hari lalu di Desa Ciherang Pondok, Caringin Bogor di mana banjir terjadi akibat limpahan tanggul buatan di lokasi proyek Bocimi tersebut."Kami segera respons ini, agar tidak terkena banjir. Ini sudah dilakukan dan langkah lanjutan segera dikerjakan," kata Sekda Pemprov Jawa Barat, Iwa Karniwa di Bandung, Senin (14/3).Pihaknya mendesak kontraktor untuk memperbaiki tanah-tanah timbunan yang menyebabkan genangan. Selain itu, kontraktor juga diminta melakukan pendekatan-pendekatan terhadap masyarakat terdampak.Menurutnya, antisipasi banjir dalam proyek agar progres pembangunan tol sepanjang 54 kilometer tersebut terutama untuk seksi I Ciawi-Cigombong (Lido) rampung pada 2017 mendatang."Progresnya secara umum memuaskan, namun kami belum puas karena masih ada sejumlah hambatan. Tapi kinerja di lapangan kita apresiasi," ucapnya.Iwa menambahkan, progres pembangunan tol untuk seksi satu sudah sesuai yang diinginkan, yaitu progres fisiknya sudah mencapai 9,23 persen. Sementara untuk paket dua baru mencapai 4,1 persen dan 3,49 persen untuk paket tiga. "Sekarang sudah masuk ke Kabupaten Bogor, kalau Kota Bogor sudah 93 persen lebih pembebasannya," jelas Iwa.Secara terpisah, pimpinan proyek PT Jabar Trans Tol selaku pengembang Joko Susilo mengakui bila pembangunan fisik terkendala cuaca hujan yang mengguyur sejak September 2015 lalu."Pengerjaan tanah, relatif kecil sekali. Struktur dan galian tanah. Hanya bisa mengerjakan struktur," katanya.Menurut Joko, meski ada perlambatan pihaknya tetap akan ketat pada jadwal seksi satu selesai tepat waktu 2017 mendatang. PT Jabar Trans Tol yang merupakan konsorsium tol Bocimi mengaku akan bekerja keras untuk mengganti waktu yang terbuang."Karena hujan biasanya tiga shift sekarang kalau kemarau bisa kami kerjakan siang malam," tandasnya.

Rekomendasi