Jokowi: Perasaan saya masih muda kok sudah jadi kakek

Presiden kemudian menegaskan memasuki era persaingan seperti sekarang bangsa Indonesia harus siap.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Jokowi: Perasaan saya masih muda kok sudah jadi kakek
Presiden Jokowi. ©Setpres RI/Cahyo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi pembicara di Sidang Senat Terbuka dalam rangka Lustrum ke-8 Universitas Sebelas Maret (UNS). Di awal sambutan Presiden Jokowi mengungkapkan kebahagiaan serta rasa syukurnya karena telah dikaruniai seorang cucu laki-laki pertama dari anaknya Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda yang lahir pada hari Kamis, 10 Maret 2016 di Rumah Sakit PKU Mihammadiyah Surakarta."Alhamdulillah, saya sudah jadi kakek. Perasaan saya masih muda kok sudah jadi kakek," kata Presiden disambut tawa hadirin seperti yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Sukardi Rinakit, Jumat (11/3).Presiden kemudian menegaskan memasuki era persaingan seperti sekarang, bangsa Indonesia dituntut untuk memiliki produktivitas, kecepatan, dan etos kerja yang lebih baik dan efisien. Karenanya butuh keahlian serta persaingan yang sehat."Dari detik ke detik, menit ke menit, kita dihadapkan pada kompetisi persaingan negara dengan negara," kata Presiden.Presiden mengatakan, jumlah penduduk dunia pada tahun 2043 akan mencapai 12,3 miliar. Dunia pun akan memperebutkan dua hal yakni energi dan pangan."Keuntungan kompetitif kita dibandingkan dengan negara- negara lain, kita mempunyai itu, energi fosil dan energi baru terbarukan, pangan kita punya. Namun belum dikelola dengan baik," ujar Presiden.Untuk itu, lanjut dia bangsa Indonesia harus menyiapkan strategi ekonomi global jangka panjang dari sekarang. Hal itu karena Indonesia sudah memiliki sumber energi dan pangan tersebut. Di sektor pangan sendiri, Indonesia memiliki lahan siap tanam di Merauke, Papua, yang bisa menutupi kekurangan stok beras yang acapkali terjadi."Kalau 4,2 juta hektare lahan di Merauke ditanam padi sudah melebihi produksi nasional kita pada satu kali panen," ucap Presiden.Di sektor energi, Indonesia juga memiliki hampir semua sumber daya alam dan energi baru terbarukan yang bisa dimanfaatkan di masa mendatang, hanya saja belum dikelola dengan baik. "Karena strategi manajemen ekonomi tidak dirancang dengan baik. Kita punya angin, sawit, ini masalah manajemen pengelolaan," terang Presiden.Lebih jauh Presiden berharap bahwa perguruan tinggi ke depan memiliki tantangan. Budaya etos kerja, berpikir positif, dan optimisme harus dibangun."Yang diperlukan adalah bagaimana kita benahi hal yang kurang dan dalam waktu secepat-cepatnya," jelas Presiden.Secara khusus Presiden mendorong UNS agar terus mengembangkan riset yang kompetitif untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pasar serta riset yang tematis agar bisa digunakan oleh industri sehingga dapat bermanfaat bagi pembangunan. "Perguruan Tinggi harus menyesuaikan kebutuhan itu," ungkapnya.

Rekomendasi