Takut tambah masalah, Hambali tak dikembalikan ke Indonesia

Pemerintah Amerika Serikat akan memindahkan Hambali dari penjara Guantanamo ke penjara federal.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Takut tambah masalah, Hambali tak dikembalikan ke Indonesia
Penjara Guantanamo. aljazeera.com

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, pelaku teror bom Bali, Hambali tak akan dipulangkan ke Indonesia seiring rencana penutupan Penjara Guantanamo. Saat ditangkap aparat keamanan Amerika Serikat di Thailand, Hambali berpaspor Spanyol.

Luhut khawatir jika Hambali dikembalikan ke Indonesia, bakal menimbulkan masalah baru. "Kalau komunikasi mengenai Hambali ini jelas kita ingin supaya jangan tambah masalah di dalam negeri," kata Luhut saat coffe morning di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (11/3).

Luhut menambahkan, pemerintah Amerika Serikat juga belum berencana mengembalikan Hambali ke Indonesia. Pemerintah Amerika Serikat akan memindahkan Hambali dari penjara Guantanamo ke penjara federal.

"Kebetulan Amerika juga tak ada keinginan mengembalikan ke Indonesia dan masih menahan di penjara federal," kata dia.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama mengumumkan rencananya menutup penjara tempat menahan para teroris, Guantanamo, di Kuba pada 23 Februari lalu.

Selama bertahun-tahun penjara Guantanamo dikenal sebagai tempat penahanan para ekstremis Islam yang disebut AS sebagai teroris. Penjara itu juga kerap diartikan tempat serangkaian penyiksaan bagi para tahanan.

Penjara ini tercatat pernah menampung 700 tersangka teroris. Mereka kebanyakan dibekuk setelah serangan 11 September 2001 di Kota New York dan Washington.

Saat ini ada sekitar 91 tahanan di Guantanamo, termasuk Hambali, otak serangan Bom Bali pada Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang. Dia ditahan bersama dua warga Malaysia, Mohd Farik Amin alias Zubair (41) dan Muhammad Nazir Lep alias Lillie (39). Hambali ditangkap pada 2006.

Menurut laporan koran the Straits Times, pemerintah Indonesia akan menolak Hambali dipulangkan. Koran Singapura itu mengutip sumber, yakni seorang pejabat Indonesia, yang mengatakan jika Hambali dikembalikan maka dia bisa memicu munculnya jaringan teror baru di Tanah Air.

"Militan Indonesia, baik mantan Jamaah Islamiyah atau kelompok Aman Abdurrahman, akan memandang Hambali sebagai pemimpin baru meski dia tetap dipenjara di sini dan itu bisa mengancam keamanan negara," kata sumber yang enggan disebut namanya itu.

Rekomendasi