Impian Pieter Lennon ngamen di Liverpool

Pieter juga berharap musikus Indonesia tak kehilangan idealisme.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Impian Pieter Lennon ngamen di Liverpool
Pieter seperti John Lenon. ©2016 merdeka.com/kresna

Meski hanya pengamen, tetapi Pieter Lennon asal Kaliurang, Yogyakarta tidak ingin dianggap sebelah mata. Sejak memutuskan menjadi pengamen, dia mengaku selalu mengasah talenta bermusiknya. Dia tidak mau mengamen seadanya seperti orang lain."Ini dedikasi saya untuk musik. Tidak sekedar ngamen. Kalau cuma genjrang-genjreng banyak orang yang bisa. Tapi saya bersyukur diberi talenta bermusik yang bisa saya asah," kata Pieter saat ditemui di rumahnya, di Jalan C Simanjuntak, Yogyakarta, Jumat (4/3).Salah satu cita-citanya yang masih belum kesampaian yakni mengamen di Liverpool, kampung halaman grup musik The Beatles. Dia mengaku ingin merasakan aura saat menyanyikan lagu-lagu hits The Beatles di sana. Jika kesempatan itu ada, Pieter tidak akan melewatkannya."Saya pengen ke Liverpool, ngamen lagu The Beatles di sana. Kalau ada kesempatan, saya ingin ke sana. Kalau, tapi ya sepertinya cukup mustahil," kata Pieter.Meski bukan musikus ternama, tetapi Pieter tetap mensyukuri apa yang dilakukannya. Dia tetap menjaga idealisme dalam bermusik."Ya kalau dibanding Ahmad Dhani ya saya juga hebat. Cuma bedanya dia kaya, tapi soal idealisme musik saya masih hebat," ujar Pieter.Pieter hanya berharap musik Indonesia tidak hanya mengejar uang semata. Namun tetap menjaga idealisme."Okelah kalau cuma buat seneng-seneng, tapi ini art. Saya pernah perform dengan White Shoes and The Couple Company, Star and Rabbit Mereka cukup idealis dalam bermusik," ucap Pieter.

Rekomendasi