3 Dugaan penyebab Brigadir Petrus tega mutilasi 2 anaknya

Dia diduga menderita penyakit mental.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
3 Dugaan penyebab Brigadir Petrus tega mutilasi 2 anaknya
Brigadir Petrus Bakus. ©istimewa

Kasus sadis mutilasi kembali terjadi. Kini yang menjadi korban adalah dua bocah yang masih berusia di bawah lima tahun (balita). Yang mengejutkan, mutilasi itu dilakukan oleh bapak kandungnya sendiri.Pria bernama Petrus Bakus berprofesi sebagai anggota satuan intelkam Polres Melawi dengan pangkat Brigadir. Brigadir Petrus menghabisi dua anaknya saat mereka tengah tidur.Tidak pernah terbayang di benak sang istri Windri, suaminya begitu kejam memutilasi kedua buah hatinya. Belum diketahui secara pasti motif dari mutilasi tersebut. Namun beberapa dugaan muncul terkait kasus sadis itu. Berikut 3 dugaan penyebab Brigadir Petrus mutilasi 2 anaknya:

Brigadir Petrus Bakus, anggota satuan intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat memutilasi kedua anaknya, F (5) dan A (3). Pelaku diduga menderita penyakit mental yang menyerang otak, atau dinamakan schizophrenia."Sejak seminggu ini suaminya sering marah-marah sendiri di rumah seperti ada makhluk halus yang mendatangi, dan bercerita sering mendapat bisikan," kata Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto berdasarkan kesaksian istri pelaku, Windri, Jumat (26/2).Pelaku diduga menghabisi nyawa kedua anaknya sekira pukul 24.00 WIB, Kamis (25/2) di Asrama Polres Melawi.Menurut Arianto, pembunuhan terjadi pada saat istri dan kedua anaknya sedang tidur.Windri saat itu terbangun dari tidurnya, dia bertemu Petrus berdiri di depannya sambil memegang parang, sambil mengatakan 'mereka baik, mereka mengerti, mereka pasrah, maafkan Papa ya dik'.Namun Windri terkejut setelah dia melihat ke dalam kamar, menemukan dua anaknya, F (5) dan A (3), tewas terbunuh dengan cara dimutilasi. Windri pun bergegas keluar rumah, melapor dan meminta pertolongan ke penghuni asrama lainnya.

Brigadir Petrus Bakus, anggota satuan intelkam Polres Melawi yang memutilasi dua anaknya masih balita itu diketahui sempat cekcok dengan istrinya lantaran persoalan rumah tangga."Diketahui ada permasalahan rumah tangga antara Pelaku dan Istrinya. Terakhir kali terdengar pelaku dan istrinya sedang bertengkar 3 hari yang lalu," kata Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto, Jumat (26/2).Sebelumnya, peristiwa sadis itu terjadi sekitar pukul 00.15 WITA dini hari tadi, di kediaman Petrus, di asrama Polres Melawi, di Gang Darul Falah, desa Faal, kecamatan Nanga Pinoh.Istri Petrus, Windri, pada saat itu terbangun dari tidurnya, dia bertemu Petrus berdiri di depannya sambil memegang parang, sambil mengatakan mereka baik, mereka mengerti, mereka pasrah, maafkan Papa ya dik.Namun Windri terkejut setelah dia melihat ke dalam kamar, menemukan dua anaknya, F (5) dan A (3), tewas terbunuh dengan cara dimutilasi. Windri pun bergegas keluar rumah, melapor dan meminta pertolongan ke penghuni asrama lainnya.

Brigadir Petrus Bakus, anggota satuan intelkam Polres Melawi memutilasi dua anaknya yang masih balita, Jumat (26/2).Menurut keterangan istrinya, pelaku sering marah-marah di rumah tanpa sebab jelas dan mengaku mendapat bisikan gaib."Sejak seminggu ini suaminya sering marah-marah sendiri di rumah seperti ada makhluk halus yang mendatangi, dan bercerita sering mendapat bisikan," ungkap Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto, seperti dikutip Antara, Jumat (26/2).Keterangan diperoleh merdeka.com, peristiwa sadis itu terjadi sekitar pukul 00.15 WITA dini hari tadi, di kediaman Petrus, di asrama Polres Melawi, di Gang Darul Falah, desa Faal, kecamatan Nanga Pinoh.Istri Petrus, Windri, pada saat itu terbangun dari tidurnya, dia bertemu Petrus berdiri di depannya sambil memegang parang, sambil mengatakan 'mereka baik, mereka mengerti, mereka pasrah, maafkan Papa ya dik'.Namun Windri terkejut setelah dia melihat ke dalam kamar, menemukan dua anaknya, F (5) dan A (3), tewas terbunuh dengan cara dimutilasi. Windri pun bergegas keluar rumah, melapor dan meminta pertolongan ke penghuni asrama lainnya.

Rekomendasi