Saksi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado nomor urut 4 Hanny Jost Pajouw (HJP)-Tonny Rawung (ToRa) tiba-tiba berdiri dari tempat duduk yang disediakan, sejurus kemudian mengamuk. Mereka memprotes tindakan pimpinan sidang pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Manado, Amrain Razak. Amrain dinilai enggan mengakomodir keberatan saksi."Anda terlalu arogan dalam memimpin sidang," ketus salah seorang saksi HJP-ToRa, saat melakukan protes dalam pleno KPU yang digelar di Grand Kawanua Internasional Center (GKIC), Rabu (24/2) sekitar pukul 22.30 Wita. Dia pun berdiri dan mengamuk sambil menunjuk-nunjuk Amrain.Awalnya, saat pembacaan rekapitulasi suara PPK Tikala, terdapat perbedaan data jumlah pemilih yang disampaikan dengan data yang dimiliki saksi. Setelah mengajukan keberatan, salah seorang pemimpin sidang yang juga komisioner KPU Manado membenarkan adanya kesalahan tersebut. Dia pun meminta PPK Tikala untuk melakukan penyesuaian.Hal tersebut menuai protes dari saksi pasangan calon nomor urut 4. Sebab selisih data tersebut menurut mereka adalah temuan pelanggaran. "Tidak boleh langsung disuruh melakukan penyesuaian," tegur saksi.Belum sempat mendapat jawaban, saksi pasangan nomor urut 1 dari pasangan Harley Mangindaan (Ai)-Jemmy Asiku (JM) melakukan interupsi. Interupsi diterima, pembahasan dialihkan ke masalah yang diajukan saksi nomor urut 1. Usai pembahasan, Amrain Razak langsung mengetuk palu tanda rekapitulasi hasil penghitungan suara PPK Tikala telah selesai.Tindakan inilah yang kemudian memicu protes dan amukan saksi HJP-ToRa. Mereka menilai Amrain terlalu arogan dalam memimpin sidang tanpa mengakomodir keberatan-keberatan yang diajukan.Terpantau, saat memimpin sidang pleno, Amrain beberapa kali menunjukkan sikap tegasnya. Lantaran ketegasannya, saksi pasangan nomor urut satu hampir diusir dari ruangan sidang."Di sini saya sebagai pimpinan sidang. Anda bisa saya usir dari ruangan ini," ancam dia saat saksi Ai-JM terus berbicara tanpa mempedulikan peringatannya.
Saksi nomor 4 di Pilkada Manado mengamuk di pleno rekapitulasi
Pimpinan sidang pleno dinilai enggan mengakomodir keberatan saksi.
Rekomendasi