Menteri Agama senang puncak perayaan Imlek tidak hura-hura

Perayaan puncak Imlek dilakukan dengan refleksi diri untuk kualitas kehidupan yang lebih baik.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Menteri Agama senang puncak perayaan Imlek tidak hura-hura
peringatan puncak imlek di teater tanah airku. ©2016 Merdeka.com/anisya

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin hadir dalam acara peringatan puncak Imlek 2567. Dia mengaku senang dengan perayaan imlek kali ini yang dilakukan tidak dengan hura-hura."Umat Khonghucu merayakan Imlek dengan tidak hura-hura, melainkan melakukan cara refleksi diri, introspeksi diri untuk kualitas kehidupan ini bisa lebih dirasakan manfaatnya," kata Lukman di Teater Tanah Airku, Jakarta, Sabtu (20/2).Mewakili pemerintah, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Khonghucu yang telah menetapkan tema yang relevan. Kata dia, seorang insan beriman dan luhur budi tidak pernah tidak bersungguh-sungguh untuk menjadi bangsa yang beriman sebagai bangsa yang berbudi luhur.Hal yang sama diungkapkan Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin), Uung Sendana. Tema yang diusung itu memiliki makna suatu harapan atau cita-cita yang dapat diwujudkan dengan kesadaran sebagai sikap yang harus dikedepankan."Makna di dalamnya terkandung kemauan dan fokus pada cita-cita tersebut. Sehingga jika diperlukan pengorbanan tertentu harus sepadan dengan hasil yang kelak tercapai," kata Uung.

Rekomendasi