Sampai hari ini, Kamis (18/2), pukul 13.00 WITA, situs resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia merilis data C-1 dalam Pilkada Manado sebesar 99,63 persen. Yang menarik adalah, tingkat partisipasi pemilih hanya 52,80 persen terbagi dengan tiga pasangan calon peserta Pilkada.Hal tersebut tentunya mengisyaratkan 47,20 persen masyarakat Manado tidak tertarik menggunakan hak pilih. Dengan kata lain, tingkat Golput justru yang jadi pemenang dlam Pilkada Manado. Menyikapi fenomena ini, Ketua KPU Manado, Yusuf Wowor, menyatakan tidak mempermasalahkan minimnya keikutsertaan warga menggunakan hak pilih pada Pilkada kali ini."Bagi kita yang pertama yang penting, agenda (Pilkada) kemarin sudah berjalan baik dan lancar. Soal partisipasi itu kan enggak menjadi ukuran, walaupun memang kita mengharapkan dalam momen-momen begini masyarakat agar menggunakan hak pilih. Tapi kenyataannya kemarin, dengan jumlah yang seperti ini sudah cukup bagus," kata Wowor kepada merdeka.com.Wowor enggan membandingkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub 2015 lalu, dengan Pilkada Kota Manado kali ini.Saat ini, hasil sementara dirilis oleh KPU RI, pasangan GS Vicky Lumentut (GSVL)-Mor Dominus Bastiaan (Mor) hampir dapat memastikan diri keluar sebagai pemenang Pilkada.Sang calon petahana bersama pasangannya unggul dengan 66.558 suara, atau 35,55 persen. Sedangkan pada posisi kedua ditempati duet Harley Mangindaan-Jemmy Asiku dengan 60.377 suara, atau 32,55 persen.Pasangan calon diusung PDI Perjuangan, Hanny Jost Pajouw (HJP)-Tonny Rawung (TORA), berada di posisi terakhir dengan perolehan 60.264 suara, atau 32,19 persen.Hingga saat ini, sesuai jadwal tahapan, berlangsung pleno di tingkat kecamatan hingga empat hari ke depan. Terlihat masih adanya penumpukan pendukung calon masing-masing di kediaman para calon Wali Kota Manado. Hal dibicarakan masih seputar penghitungan suara sedang dilaksanakan oleh KPU.
Tingkat Golput di Pilkada Manado sangat tinggi
Namun KPU Manado malah mengaku puas dengan kenyataan itu.
Rekomendasi