Polisi siaga 1 hadapi teror sianida

Teror sianida ini diduga kuat terinspirasi kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Polisi siaga 1 hadapi teror sianida
Ilustrasi Polisi Lalu Lintas. ©2015 Merdeka.com

Dalam surat telegram rahasia Nomor: STR/11/2016/ROOPS, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengingatkan semua jajarannya untuk waspada terhadap ancaman kelompok teroris menggunakan modus baru, yaitu racun sianida.Modus baru ini ditengarai kuat terinspirasi dari kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Badrodin mengatakan ada informasi dari intelijen yang mengendus rencana, bahwa pihak teroris akan melakukan aksi dengan memberi atau mengirimkan makanan yang sudah dicampur dengan sianida kepada anggota Polri."Kami sudah sampaikan ke seluruh jajaran, waspadai makanan dan minuman di warung, resto, kantin. Ancaman teror ini ditujukan untuk Polri termasuk pejabat Polri," kata Badrodin di Lampung, Selasa (16/2).Menurut Badrodin, polisi merupakan target operasi dari para teroris saat ini dan mereka akan melakukan strategi apapun, baik pemboman, penembakan menggunakan senjata api maupun racun untuk membunuh polisi."Bisa saja (terinspirasi kasus Mirna). Makanya saya katakan ancaman terhadap anggota Polri itu bisa dengan bom, penembakan atau pakai racun," katanya.Peringatan dari Kapolri ini juga sudah sampai di Polda Jawa Timur, yang kemudian diteruskan ke seluruh jajarannya di Polres-Polres. Untuk jajaran setingkat Polsek, tidak menerima TR ini. Tapi hanya menerima pesan singkat (SMS) atau broadcast baik BBM (BlackBerry Messenger) dan WhatsApp (WA) secara internal dari tingkat perwira menengah hingga ke bintara.Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol R Prabowo Argo Yuwono. Sayangnya, saat dikonfirmasi, perwira tiga melati di pundak ini enggan membeber secara detail isi telegram bersifat rahasia itu.

"TR itu memang ada, tapi khusus internal. Tidak perlu saya komentari," tegasnya singkat, Minggu (14/2).Sementara itu, menindaklanjuti STR, Polda Bali melakukan penyisiran terhadap produk obat di toko dan apotek."Kita akan melakukan pendataan, di mana saja bahan kimia sianida itu dijual. Tujuannya agar mempermudah pemantauan dalam transaksi jual beli sianida," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto saat ditemui di Mapolda Bali, Selasa (16/2).Saat ini pendataan sedang dilakukan. Data secara rinci memang belum ada. Namun pada saatnya akan disampaikan secara terbuka. Setelah selesai pendataan, seluruh apotek dan toko obat yang menjual sianida diwajibkan membukukan seluruh transaksi jual beli sianida."Kita wajib mengetahui siapa yang membeli, identitas harus lengkap, mereka membelinya untuk keperluan apa, tinggal di mana. Bila terjadi apa-apa akan lebih mudah melakukan kontrol dan sebagainya," ujarnya.Dikatakan, sianida digunakan para teroris untuk aksi teror dengan sasaran utamanya adalah aparat keamanan TNI/Polri. Informasi tersebut beredar luas.


"Kami sudah mengeluarkan imbauan secara resmi agar seluruh anggota kami waspada. Bila mendapatkan kiriman makanan, minuman dari orang yang tidak dikenal maka perlu dicek," tutup dia.Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo juga mengimbau, baik bintara maupun sekelas perwira dan pejabat kepolisian diminta untuk meningkatkan antisipasi terhadap berbagai macam potensi teror. Polisi diharapkan agar berhati-hati terhadap setiap pemberian dalam bentuk apapun yang bisa berdampak pada keamanan sendiri."Apapun pemberiannya, mulai dari makanan, kado dan lainnya. Kewaspadaan juga harus ditingkatkan terhadap seseorang yang datang ke pos polisi. Siapa pun yang bertanya dekat polisi harus diwaspadai," kata Guntur.Tidak hanya itu, para polisi di Riau juga harus waspada saat menggelar razia maupun patroli. Kegiatan itu harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan."Saat razia harus ada plang pemberitahuan, sehingga laju kendaraan bisa diperlambat. Ketika patroli tidak boleh seorang diri, setidaknya harus berdua dan gunakan rompi anti peluru," tegas Guntur.

Rekomendasi