Munculnya simbol yang dianggap tabu pada ujung yang menyerupai meriam si Jagur di gerai makanan siap saji Kentucky Fried Chicken (KFC) beberapa waktu lalu menjadi ramai diperbincangkan. Hal ini karena gambar tersebut berada di wilayah publik dan dianggap terdapat unsur pornografi. Simbol tersebut kemudian dihapus oleh pihak KFC.Salah satu staf koleksi di Museum Sejarah Jakarta di mana meriam Jagur disimpan yakni Khasirun mengaku belum mengetahui meriam tersebut muncul di KFC. Tapi pihaknya setuju atas penghapusan gambar tersebut."Saya setuju harus dihapus. KFC kan sajian makanan kenapa ada lambang itu. Karena orang kan melihat bahwa lambang seperti itu pornografi. Tetapi tergantung orang beda penafsiran. Tapi kalau masuk di makanan terlalu berlebihan," ujar Khasirun di Museum Sejarah Jakarta, Senin (15/2) kemarin.
Terkait foto meriam si Jagur tersebut, Khasirun mengaku bahwa KFC belum ada izin untuk menggunakannya sebagai tujuan komersil."Saya kayaknya belum pernah dengar deh ada surat tentang pemotretan dari KFC. Orang-orang iseng saja barang kali," imbuhnya.Untuk memfoto benda-benda artefak atau koleksi museum harus mengantongi izin. Karena benda-benda tersebut merupakan milik negara.
Advertisement
"Biasanya kalau orang, baik foto ataupun akan membuat film itu kan didahului izin. Surat permohonan dahulu dari perusahaan, jika diizinkan maka museum akan memberikan surat izin. Misalkan perusahaan akan membuat sebuah pemotretan atau film," tutupnya.Sebelumnya, Polrestabes Surabaya, Jawa Timur akan menyelidiki desain interior restoran yang bergambar menyerupai meriam si Jagur dengan simbol dianggap porno di gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) di Jalan Adityawarman.Dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, gambar yang ada di restoran ayam goreng khas Amerika itu, tidak mencerminkan adat ketimuran dan harus segera diganti."Kita akan cek kebenaran informasi gambar yang mengandung unsur pornografi itu. Kami akan kirim petugas dari Unit PPA. Kalau memang benar, kami akan berkoordinasi dengan pemilik KFC, terkait gambar tersebut," terangnya kepada wartawan, Minggu (14/2).Sementara pihak KFC Adityawarman mengaku, akibat protes pengunjung, meski tidak memiliki kewenangan, telah menghapus sebagian gambar yang dipersepsikan sebagai simbol aktivitas seks tersebut.Namun pihak KFC membantah jika gambar yang dipasang itu dianggap sebagai simbol pornografi."Saya tidak bisa menjawab kalau itu dikatakan simbol seks. Kan gak ada aturan atau juklak yang mengatakan itu simbol seks," ketus Asisten Manajer KFC Adityawarman, Dewi Susilo saat dikonfirmasi wartawan.
Advertisement
Dia juga berdalih, pemilihan gambar yang dianggap simbol ajakan bersenggama itu, merupakan wewenang dari KFC pusat."Itu kiriman pusat dan sudah dipasang sejak 2010 lalu. Kami hanya pelaksana saja, jadi kami tidak memiliki kewenangan terkait gambar itu. Tapi sebagian sudah kita hilangkan. Kita baru saja didatangi polisi. Jadi kita terpaksa menghapus sebagian gambar itu," pungkasnya.Seperti diketahui, gambar yang dipersoalkan dan dianggap sebagai simbol aktivitas senggama itu, berupa gambar meriam ukuran besar di sebuah kota. Di atasnya terdapat simbol KFC, atau gambar orang tua berjenggot.Pada ujung belakang gambar meriam, terdapat gambar kepalan tangan, yang di selah jari telunjuk dan tengah, muncul ujung jempol, mirip gambar Kuku Bima. Gambar model ini, dianggap tabu di masyarakat, karena dianggap sebagai simbol ajakan seks.